Pengertian Motivasi Kerja


Teori ini dikemukakan oleh Abraham Maslow dalam Purwati dan
Agustian (2023) yang menyatakan bahwa manusia dimotivasi untuk
memuaskan sejumlah kebutuhan yang melekat pada diri setiap manusia
yang cenderung bersifat bawaan. Kebutuhan ini terdiri dari lima jenis
dan terbentuk dalam suatu hierarki dalam pemenuhan, dalam arti
manusia pada dasarnya pertama sekali akan berusaha memenuhi
kebutuhan tingkat pertama, kemudian kebutuhan tingkat kedua dan
seterusnya, dan pemenuhan semua kebutuhan inilah yang menimbulkan
motivasi seseorang. Hatimatunnisani, Veranita, dan Rochmawati (2023)
menyatakan bahwa pemberian motivasi yang tepat kepada pegawai
akan mendorong pengembangan organisasi, karena pegawai yang
bekerja dan melaksanakan tugas dengan penuh semangat dan kesadaran
yang tinggi merupakan modal bagi perusahaan. Pemberian motivasi
yang baik akan mendorong pegawai bekerja semakin bersemangat,
semakin baik dan semakin produktif. Menurut Robbins dan Stephen
dalam Hardi, dan Kurniawati (2023) menyatakan bahwa motivasi
merupakan suatu kerelaaan berusaha bekerja secara optimal dalam
mencapai tujuan organisasi yang dipengaruhi oleh kemampuan usaha
dalam memuaskan beberapa kebutuhan individu. Apabila kebutuhan
belum terpuaskan dalam setiap individu akan menciptakan keraguan
dalam melakukan aktivitas sehingga mengakibatkan kinerja menjadi
kurang optimal. Laa dan Susanto (2023) menyatakan bahwa motivasi
kerja adalah pemberi daya gerak yang menciptakan kegairahan kerja
dalam diri seseorang untuk pekerjaan secara efektif, dan terintegritas
untuk mencapai tingkat kinerja.
Susanto, Ahiruddin, dan Djunaidi (2022) menyatakan bahwa motivasi
kerja adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang
merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan. Seseorang yang
sangat termotivasi yaitu orang yang melaksanakan upaya subtansial,
guna menunjang tujuan-tujuan produksi kesatuan kerjanya dan
organisasi dimana ia bekerja kerjasama dalam kelompok kerja,
pemahaman dan kemampuan dalam bekerja dan eveluasi diri dalam
mencapai prestasi. Sidik, Pogo, dan Nugroho (2022) menyatakan bahwa
motivasi kerja adalah sebagai dorongan dan keinginan serta upaya yang
muncul dari diri seorang individu untuk melakukan suatu hal. Pada
umumnya, tidak terlaksananya tugas atau pekerjaan yang dibebankan
tentu ada sebab-sebabnya. Pebriyanto dan Utomo (2022) menyatakan
bahwa motivasi kerja adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang
mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai
dengan tujuan individu. Christian dan Kurniawan (2021) menyatakan
bahwa motivasi kerja adalah suatu perangsang keinginan dan daya
penggerak kemauan bekerja seseorang karena setiap motivasi
mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai