Pemilihan indikator dari Work–Life Balance oleh Brough et al. (2020)
didasarkan pada Keselarasan antara kewajiban di lingkungan kerja dengan
kebutuhan serta peran dalam kehidupan personal dan keluarga tidak hanya
bergantung pada jumlah waktu yang dihabiskan, tetapi juga keterlibatan psikologis,
kepuasan subjektif, kontrol personal, serta minimnya konflik antar peran. Indikator
ini diambil karena dianggap sesuai dengan kondisi yang terjadi di PT. XYZ.
Beberapa indikator tersebut meliputi:
- Keseimbangan waktu
Seberapa baik seseorang mengelola waktu antara kehidupan pribadi dan
profesionalnya. Orang yang telah menguasai seni manajemen waktu tidak
merasa harus mengorbankan bagian mana pun dalam hidup mereka demi
yang lain. - Keterlibatan karyawan
Tingkat partisipasi, semangat, dan komitmen seseorang terhadap
pekerjaannya. Ketika Work-Life Balance tercapai, karyawan cenderung
lebih fokus, antusias, dan aktif dalam menjalankan tugas. - Kontrol atas jadwal
Sejauh mana seseorang merasa memiliki kendali terhadap waktu kerjanya,
seperti fleksibilitas dalam menentukan jam masuk dan pulang. Semakin
tinggi kontrol, semakin mudah seseorang menyesuaikan pekerjaan dengan
kebutuhan pribadinya. - Konflik pekerjaan dan kehidupan
Situasi di mana tuntutan pekerjaan tidak mengganggu kehidupan pribadi,
dan sebaliknya. Individu bisa menjalani keduanya secara harmonis tanpa
merasa salah satu aspek saling menghambat
