Faktor yang Memengaruhi Work-Life Balance (WLB)


Fisher et al. (2009) menyatakan 4 faktor yang memengaruhi kondisi work-life balance
yaitu:
a. Waktu
Waktu seseorang pada saat bekerja menjadi lebih banyak dibandingkan dengan waktu
yang dibutuhkan untuk aktivitas lainnya diluar pekerjaan, sehingga individu mengalami
keterbatasan dalam melibatkan diri pada aktivitas lainnya. Pada hal ini, contoh yang dapat kita
lihat yaitu individu yang terlalu sibuk pada satu aktivitas saja, sehingga aktivitas lainnya tidak
diperhatikan karena tidak memiliki waktu yang cukup.
b. Ketegangan
Ketegangan yang dialami oleh individu dapat berupa perasaan stress, cemas, dan
menurunnya bahkan menghilangnya aktivitas pribadi, sehingga sulit bagi individu untuk dapat
menjaga fokusnya. Contohnya dalam hal ini yaitu jika individu merasa stress akan kehidupan
pribadinya, maka akan mempengaruhi cara berpikir individu pada saat bekerja yang dimana
produktivitas individu tersebut akan menurun.
c. Energi
Energi yang digunakan individu untuk dapat mencapai suatu tujuan, dalam hal ini
tentunya energi seseorang memiliki keterbatasan untuk dapat melakukan suatu aktivitas.
Contoh pada kehidupan sehari-hari yaitu individu harus memiliki energi agar dapat berhasil
dalam melakukan sesuatu, sehingga individu tersebut juga perlu untuk menyeimbangkan dan
membagi energi yang dibutuhkan pada beberapa aktivitas yang sedang dijalani.
d. Perilaku
Perilaku merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk menggapai sesuatu yang
diinginkan oleh individu tersebut. Tindakan tersebut dilakukan berdasarkan dengan
kepercayaan yang dimiliki oleh individu bahwa dirinya dapat mencapai keinginannya.
Contohnya yaitu individu merasa yakin bahwa ia dapat mencapai keinginannya, sehingga
apabila individu tersebut memiliki rasa percaya pada dirinya sendiri maka dapat menimbulkan
perilaku yang baik yang mendukung tujuannya