Dimensi Keterikatan Kerja (Work Engagement)


Schaufeli dan Bakker (2004) menjelaskan bahwa keterikatan kerja
(work engagement) merupakan suatu kondisi dimana individu memiliki pikiran
yang positif serta memiliki motivasi yang tinggi dalam kaitannya dengan
pekerjaannya. Keterikatan kerja atau work engagement memiliki tiga dimensi,
yaitu:
1 Vigor (semangat)
Vigor ditandai oleh tingginya tingkat energi dan ketahanan
mental saat bekerja, kemauan untuk menginvestasikan upaya dalam
pekerjaan seseorang, dan ketekunan juga dalam menghadapi kesulitan.
Karyawan yang mendapat skor tinggi pada vigor (semangat) selalu memiliki
banyak energi, semangat dan stamina saat bekerja, sedangkan mereka yang
mendapat skor rendah pada vigor (semangat) memiliki sedikit energi,
semangat dan stamina dalam mengerjakan pekerjaan merek
.2 Dedication (dedikasi)
Dedikasi ditandai dengan rasa penting, antusiasme, inspirasi,
kebanggaan, dan tantangan. Karyawan yang mendapat skor tinggi pada
dedikasi memiliki identifikasi yang kuat dengan pekerjaan mereka karena
memaknainya, inspiratif, dan menantang. Selain itu, mereka biasanya
merasa antusias dan bangga tentang pekerjaan mereka. Karyawan yang
mendapat skor rendah tidak mengidentifikasi diri dengan pekerjaan mereka
karena mereka tidak memaknainya, inspirasi, atau menantang. Apalagi,
mereka merasa tidak antusias atau bangga tentang pekerjaan mereka.
3 Absorption (penyerapan)
Absorbsi ditandai dengan konsentrasi penuh dan bahagia
dalam pekerjaan, dimana waktu berlalu dengan cepat dan sulit untuk
memisahkan diri dari pekerjaan. Karyawan yang mendapat skor tinggi pada
absorbsi merasa bahwa mereka menikmati pekerjaan mereka, mereka
merasa tenggelam oleh pekerjaan mereka dan memiliki kesulitan untuk
memisahkan dari pekerjaan mereka. Akibatnya, segala sesuatu di sekitar
mereka dilupakan dan waktu terasa cepat. Karyawan yang mendapat skor
rendah pada absorbsi tidak merasa menikmati atau tenggelam dalam
pekerjaan mereka, mereka tidak mengalami kesulitan memisahkan dari itu,
mereka juga tidak lupa segala sesuatu di sekitar mereka, termasuk waktu.
Selain itu, Schaufeli dan Bakker (2004) menambahkan bahwa
semangat dan dedikasi merupakan dimensi utama dari keterikatan kerja,
sedangkan dimensi absorpsi berkembang sesuai dengan perkembangan
kedua dimensi utama. Ketiga dimensi inilah yang akan digunakan dalam
mengukur keterikatan kerja