Pelatihan dan pengembangan merujuk pada proses sistematis untuk
meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan karyawan agar mereka
dapat melaksanakan tugas mereka dengan lebih efektif (Noe et al., 2022). Menurut
Aguinis et al., (2020)pelatihan biasanya berfokus pada peningkatan keterampilan
spesifik yang dibutuhkan untuk pekerjaan saat ini, sementara pengembangan
berfokus pada persiapan karyawan untuk tanggung jawab di masa depan. Di sektor
F&B, pelatihan dan pengembangan memainkan peran krusial dalam meningkatkan
kualitas layanan dan kepuasan pelanggan (Kusluvan et al., 2022).
Berdasarkan teori social exchange yang dikembangkan oleh Blau (1964),
hubungan antara karyawan dan organisasi dipandang sebagai suatu bentuk
pertukaran sosial yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Ketika organisasi
memberikan kesempatan kepada karyawan untuk meningkatkan keterampilan,
pengetahuan dan kompetensi mereka, karyawan akan menganggap hal ini sebagai
bentuk investasi dan perhatian organisasi terhadap kemajuan karier karyawan.
Pelatihan dan pengembangan yang efektif dan berkelanjutan dapat menciptakan
persepsi positif dimana karyawan merasa kontribusi mereka dihargai dan
berkomitmen untuk memberikan loyalitas mereka terhadap organisasi dan pada
gilirannya akan meningkatkan retensi karyawa
