Retensi karyawan telah didefinisikan dengan cara yang berbeda oleh
berbagai peneliti. Retensi karyawan memiliki pengertian yang beragam, dalam
penelitian (Neog et al., 2015) dikatakan retensi karyawan adalah sebagai kebijakan
dan praktik yang dipakai perusahaan guna menjauhkan karyawan bermutu
meninggalkan dari pekerjaan mereka. Retensi karyawan mengacu pada berbagai
strategi dan praktik yang memungkinkan para pekerja untuk bertahan di suatu
lembaga dalam jangka waktu yang lebih lama (Singh Inda, 2016). Perusahaan harus
memperhatikan dan memelihara karyawan dengan sebaik mungkin, jika tidak maka
loyalitas dan komitmen karyawan akan semakin menurun. Sumber daya manusia
merupakan salah satu sumber daya yang berharga dan signifikan bagi setiap
organisasi (Bibi et al., 2016). Mereka adalah orang-orang yang dapat membuat
organisasi bekerja dengan cara yang jauh lebih baik, dengan mengingat tujuan akhir
untuk mencapai keunggulan kompetitif. Oleh karena itu, mempertahankan mereka
dalam pekerjaan mereka adalah hal yang penting. (AKILA, 2012) berpendapat
bahwa retensi karyawan sangat bermanfaat bagi semua organisasi.
Menurut (Heathfield, 2018) mendefinisikan retensi sebagai semua
aktivitas yang didorong oleh perusahaan kepada karyawan yang berkualitas dan
produktif untuk melanjutkan organisasi. Menurut (Lockword, 2016)
mendefinisikan retensi sebagai implementasi proses yang dirancang menarik untuk
mempertahankan orang-orang yang memiliki keterampilan dan bakat yang
dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan saat ini dan masa depan dengan
mengembangkan proses yang lebih baik, sehingga meningkatkan produktivitas
tempat kerja. Dari berbagai definisi yang telah disebutkan, definisi retensi
karyawan yang dipakai dalam penelitian ini adalah retensi karyawan mengacu pada
berbagai strategi dan praktik yang memungkinkan para pekerja untuk bertahan di
suatu lembaga dalam jangka waktu yang lebih lama (Singh Inda, 2016
