Lingkungan kerja yang mendukung secara fisik, sosial, dan manajerial
diyakini dapat meningkatkan retensi karyawan Gen Z melalui peningkatan
kepercayaan organisasi dan keterlibatan kerja. (Xuecheng et al., 2022) menyatakan
bahwa adanya lingkungan kerja yang kondusif meningkatkan kepercayaan
karyawan terhadap organisasi, yang pada gilirannya berkontribusi pada loyalitas
mereka. Selain itu, (Halim et al., 2020) menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang
baik, khususnya yang mengedepankan kolaborasi dan komunikasi terbuka, sangat
berperan dalam menjaga retensi karyawan, terutama Gen Z yang cenderung
mencari lingkungan kerja yang suportif. Temuan penelitian oleh (Ali et al., 2024)
juga mengungkapkan bahwa keberadaan lingkungan kerja yang mendukung
berpengaruh signifikan terhadap retensi karyawan. Di sisi lain, (Naz et al., 2020)
mengemukakan bahwa pengaruh lingkungan kerja terhadap retensi karyawan akan
optimal jika didukung oleh faktor-faktor pendukung lainnya, seperti kepemimpinan
transformasional, sehingga efeknya tidak selalu langsung. Sesuai dengan Social
Exchange Theory (SET), lingkungan kerja yang positif merupakan bentuk sumber
daya non-materi yang diberikan perusahaan. Sebagai balasannya, karyawan Gen Z
akan merespons dengan loyalitas dan niat untuk bertahan, memperkuat hubungan
timbal balik yang positif.
