Perbedaan gender diyakini memoderasi hubungan antara praktik
manajemen sumber daya manusia (HRM) dan retensi karyawan. (Zhou, Jin, &
Fang, 2014) mengungkapkan bahwa perempuan cenderung lebih menghargai
manfaat sosial dan utilitarian, sedangkan laki-laki lebih responsif terhadap insentif
finansial. Selain itu, (Acheampong, 2021) menemukan bahwa prioritas nilai kerja
berbeda antara gender, di mana perempuan lebih mementingkan lingkungan kerja
yang inklusif dan dukungan pelatihan, sedangkan laki-laki lebih menekankan aspek
kompensasi dan kejelasan peran
