a) Kendala Organisasi: situasi atau hal-hal yang mengganggu kinerja
tugas di tempat kerja.
b) Persediaan Kuantitatif Beban Kerja: Jumlah atau kuantitas
pekerjaan di pekerjaan, sebagai lawan beban kerja kualitatif yang
merupakan kesulitan pekerjaan.
c) Konflik pribadi Inter di tempat kerja: Konflik Interpersonal di
tempat kerja telah terbukti menjadi salah satu stres pekerjaan yang
paling sering dilaporkan Keenan & Newton. Item bertanya tentang
seberapa baik responden bisa bergaul dengan orang lain di tempat
kerja, khususnya masuk ke argumen dengan orang lain dan seberapa
sering orang lain bertindak jahat ke responden.
d) Gejala Persediaan fisik: Psikologi menilai fisik manusia, yakni
dengan gejala kesehatan somatik dianggap oleh peneliti, stres terkait
dengan tekanan psikologis. Masing-masing adalah suatu kondisi /
keadaan sekitar yang seseorang mungkin akan menyadari, misalnya,
sakit kepala
Adapun gejala-gejala dari stres kerja ada tiga yakni
fisiologis, psikologis, dan perilaku (Anoraga. 2009:110)
a) Fisiologis
1) Meningkatnya detak jantung.
2) Merasa sakit kepala.
3) Mengalami ketegangan otot.
4) Mengalami gangguan lambung.
5) Mengalami kelelahan secara fisik.
6) Lebih sering berkeringat.
b) Psikologis
1) Mengalami kebosanan.
2) Kehilangan kosentrasi.
3) Menurunnya rasa percaya diri.
4) Memiliki perasaan cemas.
5) Mengalami kebingungan.
6) Komunikasi tidak efektif.
7) Kehilangan spontanitas.
c) Perilaku
1) Menunda / menghindari pekerjaan.
2) Absen dari pekerjaan.
3) Suka menyendiri.
4) Mengalami sulit tidur.
5) Tidak dapat rileks.
6) Mudah marah.
7) Menurunnya produktivitas kerja
