Aspek-aspek job performance


Koopmans dkk (2011) mengatakan ada 4 aspek yang digunakan untuk
mengukur kinerja karyawan secara individual, sebagai berikut
1) Task performance (performasi tugas) : kemahiran individu melakukan
tugas-tugas substantive atau teknis yang penting bagi pekerjaannya.
Sering digunakan untuk menggambarkan kinerja tugas termasuk
kuantitas dan kualitas kerja, keterampilan kerja dan pengetahuan
pekerjaan.
2) Contextual performance (performasi kontekstual): perilaku yang
mendukung lingkungan organisasi, sosial dan psikologis dimana inti
teknis harus berfungsi. Sering digunakan untuk menggambarkan
kinerja kontekstual termasuk, mendemontrasikan upaya, mefasilitasi
kinerja rekan & tim, bekerjasama dan berkomunikasi.
3) Adaptive performance: sejauh mana seorang individu beradaptasi
dengan perubahan dalam peran atau lingkungan kerja.
4) Counterproductive work behavior (CWB): perilaku yang merugikan
kesejahteraan organisasi. Sering digunakan untuk menggambarkan
perilaku seperti absensi, perilaku diluar tugas, pencurian, atau
penyalahgunaan.