Byars & Rue (1985) mengemukakan dua faktor yang mempengaruhi job
performance, yaitu faktor-faktor individu dan faktor lingkungan. Faktor-
faktor individu yang dimaksudkan ialah:
1) Usaha (effort) yang menunjukkan sejumlah energi fisik dan mental
yang digunakan dalam menyelesaikan tugas.
2) Abilities yaitu sifat-sifat personal yang diperlukan untuk melaksanakan
suatu tugas.
3) Role/Task perception yaitu segala perilaku dan aktivitas yang dirasa
perlu oleh individu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Sedangkan faktor-faktor lingkungan yang dimaksud adalah kondisi fisik,
peralatan, waktu, material, pendidikan, “supervision”, desain organisasi,
pelatihan dan keberuntungan.
Robbins (2006) menjabarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
sebagai berikut :
1) Iklim organisasi Iklim kerja dalam suatu organisasi sangatlah penting
bagi pimpinan untuk memahami kondisi organisasi, karena ia harus
menyalurkan bawahan sehinggamereka dapat mencapai tujuan pribadi
dan tujuan organisasi. Dengan adanya iklim kerja yang kondusif, maka
hal itu akan mempengaruhi kinerja karyawan.
2) Kepemimpinan Peranan pemimpin harus mampu dan dapat memainkan
peranannya dalam suatu organisasi, pemimpin harus mampu menggali
potensi – potensi yang ada pada dirinya dan memanfaatkannya di
dalam unit organisasi.
3) Kualitas pekerjaan. Pekerjaan yang dilakukan dengan kualitas yang
tinggi dapat memuaskan yang bersangkutan dan perusahaan.
Penyelesaian tugas yang terandalkan, tolak ukur minimal kualitas
kinerja pastilah dicapai.
4) Kemampuan kerja. Kemampuan untuk mengatur pekerjaan yang
menjadi tanggung jawabnya termasuk membuat jadwal kerja,
umumnya mempengaruhi kinerja seorang karyawan.
5) Inisiatif, merupakan faktor penting dalam usaha untuk meningkatkan
kinerja karyawan. Untuk memiliki inisiatif dibutuhkan pengetahuan
serta keterampilan yang dimiliki para karyawan dalam usaha untuk
meningkatkan hasil yang dicapainya.
6) Motivasi, merupakan subyek yang penting bagi pimpinan, karena
menurut definisi pimpinan harus bekerja dengan dan melalui orang
lain. Pimpinan perlu memahami orang–orang berperilaku tertentu agar
dapat mempengaruhinya untuk bekerja sesuai dengan yang diinginkan
perusahaan.
7) Daya tahan/ kehandalan Apakah karyawan mampu membuat
perencanaan dan jadwal pekerjaannya. Sebab akan mempengaruhi
ketepatan waktu hasil pekerjaan yang menjadi tanggungjawab seorang
karyawan.
8) Kuantitas pekerjaan Pekerjaan yang dilakukan karyawan harus
memiliki kuantitas kerja tinggi dapat memuaskan yang bersangkutan
dan perusahaan. Dengan memiliki kuantitas kerja sesuai dengan yang
ditargetkan, maka hal itu akan dapat mengevaluasi kinerja karyawan
dalam usaha meningkatkan prestasi kerjanya.
9) Disiplin kerja Dalam memperhatikan peranan manusia dalam
organisasi, agar dapat mencapai tujuan yang ditentukan diperlukan
adanya kedisiplinan yang tinggi sehingga dapat mencapai suatu hasil
kerja yang optimal atau mencapai hasil yang diinginkan bersam
