Manfaat OCB


Berdasarkan penelitian Podsakof et, al. (2000) OCB berhubungan
dengan tingkat perputaran karywan dan absensi yang rendah, tetapi pada tingkat
organisasi, OCB mampu meningkatkan kinerja, produktivitas, efisiensi, dan
kepuasan pelanggan, serta pengurangan biaya-biaya. Chahal dan Mechta (2010)
menyatakan bahwa OCB mampu mengurangi absenteeism, turn over karyawan dan
konsumen, serta meningkatkan loyalitas konsumen.
Menurut Nemeth dan Staw (dalam Mansoor, et al. 2012), OCB dapat
membantu organisasi untuk meningkatkan kinerjanya dan memperoleh keunggulan
kompetitif dengan memberikan motivasi kepada karyawan untuk melakukan
pekerjaan yang melampui persyaratan pekerjaan fornal yang dibutuhkan. Pada era
globalisasi saat ini dimana lingkungan bisnis semakin kompetitif, perilaku-perilaku
extra-role sangat diharapkan oleh organisasi. Denganadanya perilaku extra-role
diantara karyawan, efektivitas karyawan dapat menampilkan perilaku extra-role.
Podsakof, et al. (2009) menyatakan, efek dari OCB tidak hanya dirasakan
bagi organisasi melainkan bagi individu yang mencerminkan OCB itu sendiri.
Individu yang menampilkan OCB akan cenderung mendapatkan penilaian kinerja
yang lebih baik dari manajernya daripada karyawan yang tidak menampilkan OCB.
Hal ini dikarenakan karyawan yang menampilkan OCB akan lebih disukai dan
dianggap lebih menguntungkan bagi organisasi atau adanya kemungkinan lain
seperti manajer yang sadar bahwa OCB. Selanjutnya penilaian kinerja individu
yang lebih baik juga sering dikaitkan dengan penghargaan, promosi, kenaikan gaji.
OCB telah memperlihatkan beberapa dampak positif terhadap kinerja karyawan dan
akhirnya bermuara pada efektifitas organisasi. Menurut Podsacof, et al. (2000),
OCB dapat mempengaruhi efektifitas organisasi karena beberapa alasan
diantaranya :

  1. OCB dapat meningkatkan produktifitas rekan kerja
    a. Karyawan yang membantu rekan kerja yang lain akan mempercepat
    penyelesaian tugas rekan kerjanya, dan pada gilirannya meningkatkan
    produktifitas rekan tersebut.
    b. Seiring berjalannya waktu, perilaku saling menolong dapat membantu
    menyebarkan “best parctice” (praktek terbaik) keseluruh unit kerja atau
    group.
  2. OCB dapat membantu meningkatkan produktifitas menejerial
    a. Jika karyawan terlibat dalam dimensi civic vertual, menejer mungkin
    menerima sugesti atau saran dan umpan balik yang bernilai untuk
    meningkaykan efektifitas unit.
    b. Karyawan yang sopan dan menghindari membuat masalah dengan rekan
    kerjanya, memungkinkan manajer terhindar dari terjadinya krisis
    manajemen.
  3. OCB dapat membebaskan sumber daya untuk tujuan – tujuan yang lebih
    produktif.
    a. Jika karyawan saling membantu dalam menghadapi masalah yang berkaitan
    dengan pekerjaan,manajer tidak perlu turut serta kedalamnya, sehingga
    manajer dapat lebih banyak menggunakan waktunya untuk tugas – tugas
    priduktif lainnya seperti perencanaan.
    b. Karyawan yang menunjukkan dimensi conscientiousness membutuhkan
    pengawasan manajer lebih sedikit dan memperkenankan manajer untuk
    mendelegasikan tanggung jawab yang lebih padamereka, serta memberikan
    kebebasan waktu pada manajer untuk mengerjakan hal lainnya.
    c. Pertolongan yang diberikan karyawan berpengalaman dapat membantu
    dalam pelatihan dan orientasi karyawan baru sehingga dapat mengurangi
    kebutuhan penggunaan sumber daya organisasional untuk aktivitas tersebut.
    d. Karyawan yang menunjukkan dimensi sportmanship akan membebaskan
    waktu manajer untuk mengurus keluhan –keluhan yang ada.
  4. OCB dapat menurunkan tingkat kebutuhan akan penyediaan sumber daya
    organisasional untuk tujuan pemeliharaan.
    a. Produk dari perilaku menolong secara natural akan meningkatkan semangat
    tim, moral, dan kepaduan, sehingga manajer dan anggota tim tidak perlu
    menghabiskan banyak energy untuk fungsi pemeliharaan group (group
    maintenance fungtion )
    b. Karyawan yang menunjukan dimensi courtesy akan mengurangi tingkat
    konflik antar group, sehingga mengurangi waktu untuk aktivitas manajemen
    konflik
  5. OCB dapat meningkatkan kemampuan organisasi untuk menarik dan
    mempertahankan SDM-SDM handal dengan memberikan kesan bahwa
    organisasi merupakan tempat menarik untuk bekerja.
    a. Perilaku saling membantu (helping behavior) mungkin dapat meningkatkan
    moral, kepaduan kelompok, dan rasa saling memilki dalam sebuah
    kelompok, sehingga hal ini memungkinkan untuk meningkatkan kinerja
    kelompok, menarik, dan mempertahankan SDM-SDM terbaik.
    b. Member contoh kepada karyawan lain dengan menunjukkan dimensi
    sportsmanship menjadikan karyawan menerima keadaan tidak
    menyenangkan yang terjadi dan tidak mengeluh tentang hal-hal yang
    dianggap tidak penting, kemudian hal ini dapat mengembangkan rasa
    kesetiaan dan komitmen terhadap organisasi sehingga dapat mengurangi
    retensi karyawan.
  6. OCB dapat menjadi sasaran efektif untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan
    antara anggota tim dan antar kelompok kerja.
    a. Dimensi civic virtue akan membantu koordinasi usaha antara anggota tim,
    sehingga berpotensi meningkankan efektivitas dan efisiensi kelompok
    b. Dimensi courtesy akan menurunkan tingkat masalah yang muncul yang
    akan memakan waktu dan tenaga untuk menyelesaikannya.
  7. OCB dapat meningkatkan stabilitas kinerja organisasi
    a. Mengisi kekosongan dengan membantu tugas karyawan yang tidak hadir
    atau membantu karyawan yang memiliki beban kerja berat akan
    meningkatkan stabilitas, dengan cara mengurangi variabilitas dari kinerja
    unit kerja unit kerja
  8. OCB dapat meningkatkan kemampuan organisasi untuk beradaptasi terhadap
    perubahan-perubahaan lingkungan bisnisnya.
    a. Karyawan yang hadir dan secara aktif berpatispasi didalam pertemuan-
    pertemuan diorganisasi akan membantu menyebarkan informasi yang
    penting dan harus diketahui oleh organisasi sehingga memungkinkan untuk
    meningkatkan keadaan cepat tanggap
    b. Karyawan yang menampilkan conscientiousness, misalnya dengan
    menunjukkan kesediaan memikul tanggung jawab baru atau mempelajari
    keahlian baru, akan meningkatkan kemampuan organisasi beradaptasi
    dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya