Menurut Organ et al. (2006,p.18) ada lima dimensi yang dapat digunakan untuk
mengukur Organizational Citizhenship Behavior (OCB) yaitu :
- Altruism
Perilaku yang meliputi membantu rekan baru yang sedang mempelajari
pekerjaannya menumpuk, atau menyelasikan masalah-masalah yang
berhubungan dengan organisasi. - Conscientiousness
Perilaku yang ditujukan dengan berusaha melebihi yang diharapkan perusahaan
meliputi kehadiran, mematuhi peraturan,memanfaatkan waktu istirahat, dan
sebagainya. - Sportmanship
Perilaku yang memberikan toleransi terhadap keadaan yang kurang ideal dalam
organisasi tanpa mengajukan keberatan-keberatan. Seseorang yang mempunyai
tingkatan yang tinggi dalam sportmanship akan meningkankan iklim yang positif
diantara karyawan, tidak kecewa saat orang lain tidak mengikuti sarannya, mau
mengobarkan kepentingan pribadi demi kepentingan tim. - Courtesy
Menjaga hubungan baik dengan rekan kerjanya agar terhindar masalah-masalah
interpersonal, mencegah seseorang bekerja lebih keras, dan jika kita akan
menambahkan pekerjaan kepada seseorang, kita seharusnya memberi tahu orang
tersebut terlebih dahulu agar dapat bersiap-siap - Civic Virtue
Sebuah sikap keterlibatan yang bertanggung jawab dan konstruktif, dalam proses
politik atau pemerintahan organisasi. Konovsky &Organ (1996) memusatkan
pada kegiatan yang leih duniawi dan berkelanjutan yang berkaitan dengan tata
kelola, sperti membaca e-mail. Yang relevan dengan pekerjaan, menghadiri
pertemuan mengikuti apa yang sedang terjadi diperusahaan, mendiskusikan
dengan rekan kerja tentang maslah hari ini, dan mengambil bagian dalam
berbagai ritual yang menandai kontinuitas tradisi dan identitas organisasi.
Menurut Podsakof, et al. (2000) terdapat tujuh dimensi OCB Yang bersifat umum, yaitu
: - Helping behavior/altruism/courstesy
Menunjukan suatu perilaku membantu orang lain secara sukarela yang bukan
merupakan tugas dan kewajibannya. Dimensi ini menunjukan perilaku membnatu
karyawan baru berkaitan dengan persoalan-persoalan yang dihadapi misalnya,
membantu karyawan lain dalam menggunakan peralatan dalam bekerja. - Sportsmanship
Menunjukkan suatu kerelaan/toleransi untuk bertahan dalam suatu keadaan yang
tidak menyenakngkan tanpa mengeluh. Perilaku ini menunjukkan suatudaya
toleransi yang tinggi terhadap lingkungan yang kurang atau bahkan tidak
menyenangkan. Individu tidak hanya mampu menahan ketidakpuasan tetapi ia
juga harus tetap bersikap positif serta bersidia mengorbankan kepentingannya
sendiri demi kelompok. - Organizational compliance /general compliance/organization obedience
suatu sikap dimana individu menerima peraturan dan prosedur yang berlaku
disuatu organisasi. Hal tersebut dicerminkan oleh sikap dan perilaku yang sejalan
dengan peraturan tersebut kendati tidak ada yang mengawasi. - Civic virtue/organizatinal participation
Terlibat dalam aktivitas organisasi dan pedili terhadap kelangsungan hidup
organisasi. Secara sukarela berpartisipasi, bertanggungjawab, dan terlibat dalam
mengatasi persoalan-persoalan organisasi demi kelangsungan hidup
organisasi,serta aktif mengemukakan gagasannya dan ikut mengamati
lingkungan bisnis dalam hal ancaman dan peluang. - Organization loyalti/spreanding goodwill
Suatu perilalku yang berkaitan dengan upaya mempromosikan suatu organisasi
ke pihak luar, mempertahankan, dan melindungi organisasi dari ancaman
eksternal, serta tetap bertahan meskipun keadaan organisasi tersebut penuh
dengan resiko. - Individual initiative/conscientiousness
Suatu perilaku yang menunjukan upaya sukarela dalam neningkatkan cara dalam
menjalankan tugasnya secara kreatif agar kinerja organisasi meningkat. Perilaku
tersebut melibatkan kemampuannya dalam menjalankan tugas demi peningkatan
kinerja organisasi, misalnya berinisiatif meningkatkan kompetensinya, secara
sukarela mengambil taanggung jawab di luar wewenangnya. - Self develompment
Suatu perilaku yang berkaitan dengan upaya meningkatkan pengetahuan
ketrampilan serta kemapuan tanpa diminta. Dimensi ini juga mencakup perilaku
mencari dan mengikuti kursus atau pelatihan agar tidak ketinggalan dari
kemajuan di bidang-bidangnya, termasuk belajar ilmu atau ketrampilan baru agar
dapat berkontribusi lebih kepada organisasi
