Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap OCB


Organisasi membutuhkan karyawan yang memiliki perilaku OCB, karena
perilaku tersebut akan memberikan dampak positif bagi organisasi. Menurut
Robbins dan Judge (dalam Lubis, 2020: 111), kepuasan kerja merupakan faktor
penentu utama dari perilaku OCB. Ketika karyawan mencapai kepuasan dalam
pekerjaannya, karyawan itu akan melakukan timbal balik dengan perilaku positif,
termasuk OCB (dalam Saepudin & Djati, 2019:124). Menurut Watoni & Suyono
(dalam Sholikhah & Frianto, 2022: 292) karyawan yang puas dengan
pekerjaannya bisa mempunyai ikatan dengan pekerjaannya, dimana hal ini
membuat karyawan tidak mempunyai keinginan untuk pindah kerja. Karyawan
yang puas cenderung berbicara secara positif tentang organisasi, loyal dengan
tempatnya bekerja, membantu individu lain, dan melewati harapan normal dalam
pekerjaan mereka.
Penelitian terdahulu pernah dilakukan oleh Kurniawan (2020) dengan judul
“Pengaruh Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi Terhadap Organizational
Citizenship Behavior Pada PT. Mandom Indonesia” yang menunjukkan pengaruh
kepuasan kerja bersifat positif terhadap Organizational Citizenship Behavior
(OCB), semakin baik kepuasan kerja akan meningkatkan OCB. Penelitian
selanjutnya telah dilakukan oleh Lubis (2020) dengan judul “Pengaruh Kepuasan
Kerja dengan Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan RS Pertamina
Pangkalan Brandan” menunjukkan hasil bahwa kepuasan kerja berpengaruh
secara signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB). Sejalan
dengan penelitian di atas, Sholikhah & Frianto juga menemukan hasil yang sama
pada penelitian mereka yang berjudul “Pengaruh Kepuasan Kerja dan Komitmen
Organisasi terhadap OCB pada Perusahaan Ritel” bahwa kepuasan kerja
berpengaruh secara signifikan terhadap OCB