Faktor-faktor kepuasan kerja


Kepuasan kerja mencerminkan sikap seseorang terhadap pekerjaanya. Ini
terlihat dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang
dihadapi dilingkungan kerjanya dan kepuasan kerja yaitu sikap emosional yang
menyenangkan karena seseorang mencintai pekerjaanya.(Haris et al., 2023)
berikut adalah faktor-fator dari kepuasan menurut (Tumanggor, 2020) yaitu :
a) Menyenangi pekerjaanya
yaitu seseorang yang menyenangi pekerjaan karena ia bisa mengerjakan.
b) Prestasi kerja
Yaitu hasil kerja yang dicapaiseseorang dalam melaksanakan tugas-tugas
yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan dan
kesungguhan serta waktu.
c) Ketenangan bekerja
Karyawan menginginkan ketenangan, bukan saja hubungannya dengan
pekerjaannya tetapi juga menyangkut kesejahteraan keluarganya.
d) Perasaan diakui
Setiap karyawan ingin perasaan diakui sebagai karyawan yang berharga dan
sebagai anggota kelompok yang dihormati.
e) Penghargaan hasil kerja
Karyawan menginginkan agar hasil karyawannya dihargai, hal ini bertujuan
agar karyawan meras senang dalam bekerja dan akan selalu bekerja dengan
giat.
f) Penyalur perasaan
Perasaan yang menghinggapi karyawan bias menghambat gairah karyawan.
Hal ini dapat diatasi melalui komunikasi dua arah secara timbal balik.
Beberapa faktor kepuasan kerja yang memepengaruhi kepuasan kerja juga
menurut (Maria, 2021)

  1. Senang dalam pekerjaanya,
    Seseorang yang berhasil menyukai pekerjaan yang didapat atau yang
    dikerjakan
  2. Ketenangan bekerja
    Karyawan menginginkan ketenangan, bukan saja hubungan dengan
    pekerjaannya tetapi juga menyangkut hubungan kesejahteraan keluarganya
  3. Perasaaan yang diakui
    Setiap karyawan ingin perasaannya diakui sebagai karyawan yang
    berharga dan sebagai kelompok yang dihormati.
  4. Penghargaan hasil
    Karyawan menginginkan agar hasil kerjanya dihargai hal ini bertujuan
    agar karyawan merasa senang dalam pekerjaanya dan akan memmicu
    semangatnya
  5. Penyalur perasaann
    Perasaan yang menghinggapi karyawan bisa menghambat gairah
    karyawan, hal ini dapat diatasi melalui komunikasi dua arah secara timbal
    balik