Perilaku OCB merupakan perilaku yang dilakukan sukarela (sekendak
hati) oleh karyawan dengan tanpa meminta imbalan apapun dari Perusahaan dan
secara langsung dapat meningkatkan efektivitas dan efesiensi di dalam
Perusahaan (Setyowati & Puspitadewi, 2023). Berikut factor-faktor yang
mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior (OCB) (Patras, 2023) yaitu
sebagai berikut :
A. Faktor kepuasan kerja
Pekerjaan dan dukungan kerja dari atasan gaji, serta pengembangan diri dan
hubungan kerja dengan rekan kerja
B. Faktor komitmen organisasi keterlibatan diri dan keinginan untuk
mendukung perusahaan, serta tidak ingin meninggalkan perusahaan
C. Faktor kepribadian
Ketelitian, keterbukaan terhadap pengalaman ekstraversi neurotisisme dan
agreeable
D. Faktor moral karyawan
Keberanian dan kepercayaan diri karyawan, serta kesadaran karyawan
E. Faktor motivasi
Arah dan tujuan, serta usaha dan kemauan
F. Faktor gaya kepemimpinan
Orientasi terhadap karyawan dan orientasi terhada hasil kerja
G. Faktor kepercayaan pada pimpinan
7
Kepercayaan bedasarkan kemauan pemimpin, kepercayaan bedasarkan
pemimpin itu sendiri dan kepercyaan bedasarkan pihak lain.
Adapun faktor- faktor Organizational Citizenship Behavior (OCB) menurut
(Hamsani, 2020) antara lain yaitu :
- Kepuasan kerja
Karyawan yang puas berkemungkinan lebih besar untuk berbicara positif
tentang organisasinya, membantu rekan kerjanya, dan membuatkinerja
pekerjaan mereka melampauitarget lebih dari itu karyawan yang puas bisa
jadi lebih patuh terhadap panggilan tugas,karena mereka ingin mengulang
pengalaman positif mereka. - Komitmen organisasi
Sebagai keinginan karyawan untuk tetap mempertahankan keanggotaan
dirinya dalam organisasi, bersedia melakukan usaha yang tinggi demi
mencapai sasaran organisasi. - Kepribadian
Perbedaan individu merupakan predictor yang memainkan peran penting
pada seorang karyawan, sehingga karyawan akan menunjukan OCB
mereka. - Kepercayaan pada pimpinan
Kepercayaan atau trust adalah rasa percaya yang dimiliki seseorang
kepada orang lain yang didasarkan intergritas dan reliabilitas dan
perhatian. - Gaya kepemimpinan
Kecenderungan orientasi aktifitas pemimpin ketika mempengaruhi
aktifitas bawahan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi. - Motivasi sebagai kesediaan untuk melakukan usaha yang tinggi demi
mencapai sasaran organisasi sebagaimana dipersyaratkan oleh kemampuan
usaha itu untuk memuasakan sejumlah kebutuhan individu. - Moral karyawan
Arti moral sendiri ajaran baik dan buruk suatu Tindakan yang dilakukan
dengan sengaja, dan moral juga kewajiban-kewajiban Susila seseorang
terhadap masyarakat atau organisasinya
