Pengertian Work Engagement


Work Engagement pertama sekali diungkapkan oleh Kahn. Kahn (dalam
Novita, 2018) menjelaskan Work engagement adalah kondisi dimana anggota
organisasi mengidentifikasikan dirinya dengan pekerjaannya. Khan
mengemukakan work engagement adalah kondisi dimana anggota organisasi yang
memanfaatkan diri mereka untuk berperan dalam pekerjaan mereka, terikat,
memperkerjakan dan mengekspresikan diri secara fisik, kognitif, dan emosional
selama melaksanakan peran mereka.
Sedangkan menurut Vance (dalam Noerant & Prihatsanti, 2018) Work
Engagement adalah kerelaan karyawan untuk bekerja keras, terlibat sepenuh hati
mengerjakan tugas yang ditentukan dan melakukan tindakan suka rela dan
menunjukkan sedikit perilaku yang tidak disukai masyarakat.
Menurut Schaufelli dan Bakker (dalam Prastanti, 2019) work engagement
adalah kondisi mental yang positif, yang berkaitan dengan pemenuhan tuntutan
pekerjaan yang dicirikan melalui vigor, dedication, dan absorption. Vigor
mengacu pada semangat dan energi yang kuat dalam menjalankan sesuatu,
dedication mengacu kepada keterlibatan karyawan dan kemauan dalam diri untuk
bekerja sebaik mungkin untuk perusahaannya, serta absorption, yaitu meletakkan
konsentrasi penuh dalam bekerja.