Keterlibatan karyawan


Keterlibatan karyawan adalah upaya meningkatkan peran karyawan
dalam pengambilan keputusan, peningkatan kinerja organisasi, serta
mensejahterakan para karyawan. Keterlibatan karyawan merupakan strategi
yang paling kuat dan efektif dalam mengimplementasikan perubahan, karena
mampu mengatasi munculnya resistensi. Partisipasi akan menyebabkan
keberhasilan perubahan dengan kualitas tinggi. Dengan keterlibatan maka
akan menghasilkan berbagai informasi dan ide yang dapat berkontribusi
dalam inovasi yang efektif, menciptakan komitmen anggota, dan memotivasi
karyawan dalam upaya perubahan (Hussain, dkk, 2016).
Keterlibatan karyawan adalah cara organisasi untuk menarik karyawan
agar terlibat dan peduli atas pekerjaan yang dilakukannya baik berupa fisik,
pengetahuan, dan emosional sehingga karyawan menganggap pekerjaannya
sangat penting serta memiliki keyakinan yang kuat untuk mampu
menyelesaikan. Karyawan yang terlibat dalam pekerjaannya akan dapat
sukses mencapai sasaran dan tujuan organisasi. Hal ini akan memunculkan
rasa sukses yang menaikkan harga diri karyawan sehingga akan memberikan
dampak pada peningkatan performa karyawan (Rangus dan Slavec, 2017).
David Guest, percaya hal ini sangat membantu untuk melihat employee
engagement sebagai cara kerja yang dirancang untuk memastikan bahwa
karyawan berkomitmen untuk tujuan dan nilai-nilai organisasi mereka,
termotivasi untuk memberikan kontribusi bagi keberhasilan organisasi, dan
pada saat yang sama agar mampu meningkatkan rasa kesejahteraan diri.
Organisasi yang engaged memiliki kekuatan dan nilai otentik, dengan bukti
yang jelas dari kepercayaan dan keadilan yang didasarkan pada saling
menghormati, di mana keduanya memiliki janji dan komitmen antara
employer dan employee yang dipahami dan terpenuhi, (McLeod, 2009).
Engagement didefinisikan sebagai sikap yang positif, penuh makna, dan
motivasi, yang dikarakteristikkan dengan vigor, dedication, dan absorption
(Schaufeli, 2002 dalam Breso, Schaufeli, & Salanova, 2010).
Keterlibatan karyawan sebagai sikap positif yang dimiliki karyawan
terhadap organisasi tempat ia bekerja serta nilai-nilai yang dimiliki oleh
organisasi tersebut (Robinson, Perryman dan Hayday, 2004). Employee
engagement adalah penghayatan seseorang karyawan dalam bentuk inisiatif,
usaha, dan kegigihan yang mengarah pada tujuan organisasi (Macey,
Schneide, Barbera, dan Young, 2009). Rasa keterikatan karyawan /employee
engagement meliputi rasa antusiasme /gairah dan komitmen yang membuat
seseorang mampu menginvestasikan dan mengembangkan usahanya secara
berkelanjutan sehingga dapat mendorong kesuksesan perusahaan yang
ditandai oleh kesungguhan (vigor), dedikasi (dedication), dan penghayatan
(absorption) ( BlessingWhite, 2008; Erickson, 2005; W.H dan B., 2008; Saks,
2006).
Menurut Mathis, et al (2014:157) employee engagement adalah sejauh
mana pikiran dan perilaku karyawan difokuskan pada keberhasilan
perusahaan. Karyawan yang merasa terikat akan memiliki ciri seperti;
melakukan upaya ekstra, sangat terlibat dalam pekerjaan mereka,
menggunakan usaha dan pemikiran, aktif atau sibuk, sepenuhnya
diinvestasikan dalam pekerjaan mereka. Sedangkan karyawan – karyawan
yang tidak terikat lebih cenderung memikirkan waktu bekerja, tidak
melakukan perkerjaan terbaik, apatis, hanya melakukan pekerjaan dasar
mereka dan hanya bereaksi untuk pembayaran (upah, kompensasi, dll)