Robbins (2008), menyatakan bahwa komitmen organisasi terdiri dari keterikatan
secara psikologis yang didasarkan pada tiga faktor, yaitu :
a. AffectiveCommitment (Komitmen Afektif)
Komitmen afektif mengacu pada kekuatan dari keinginan seseorang untuk
terus bekerja untuk sebuah organisasi karena ia setuju dengan organisasinya
dan ingin melakukannya. Menurut Allen dan Meyer (1991) affective
commitment, yaitu keterikatan emosional yang dirasakan pegawai, rasa ikut
sebagai bagian dari organisasi dan rasa keterlibatan dalam organisasi.
Pegawai yang memiliki komitmen afektif yang kuat akan bertahan di dalam
organisasi karena mereka sendiri yang menginginkannya.
b. ContinuanceCommitment (Komitmen Berkelanjutan)
Komitmen continuance terkait dengan kecenderungan seseorang untuk terus
bekerja dalam sebuah organisasi. Menurut Allen dan Meyer (1991)
continuance commitment yaitu penilaian pegawai tentang apakah biaya untuk
keluar dari organisasi adalah lebih besar daripada biaya untuk terus bekerja di
dalam organisasi. Pegawai yang menganggap bahwa biaya untuk keluar dari
organisasi lebih besar dari pada biaya untuk tetap bekerja dalam organisasi,
akan tetap bertahan di dalam organisasi karena mereka mau tidak mau harus
melakukannya.
c. NormativeCommitment (Komitmen Normatif)
Komitmen seperti ini mengacu pada perasaan karyawan dari kewajiban untuk
tinggal dengan organisasi karena tekanan dari orang lain. Menurut Allen dan
Meyer (1991) normative commitment adalah rasa tanggung jawab yang
dimiliki pegawai terhadap organisasinya. Pegawai yang memiliki tingkat
komitmen normatif yang tinggi akan tetap bertahan di dalam organisasi
karena mereka merasa bahwa itu adalah yang seharusnya dilakukan
