Bentuk-bentuk perilaku temper tantrum


Stanley Turecki, M.D (2017) seorang psikiatris anak dan keluarga yang
juga diplomat dari The American Board of Psychiatry and Neurology,
membagi tantrum menjadi dua jenis, yaitu: Manipulatif tantrum dan
Temperamental Tantrum. Manipulatif tantrum yaitu tantrum akibat kemauan
anak tidak dituruti. Misalnya anak minta dibelikan permen di supermarket
tetapi tidak dituruti orang tua. Anak menjadi tantrum karena tidak dituruti
keinginannya.Orang tua merasa malu karena perilaku anak tersebut, dan
terpaksa membelikan permen. Anak akan salah persepsi dan menganggap
bahwa jika dia tantrum, keinginan anak akan terpenuhi. Temperamental
tantrum yaitu tantrum karena temperamen anak tidak dipahami. Misalnya
anak yang tantrum karena disuruh mandi saat anak masih asyik bermain
boneka. Anak tidak bisa dipaksa melakukan kegiatan yang tidak
diinginkanya. Akan tetapi orang tua tidak mengerti kondisi anak, dan tetap
memaksa anak. Akhirnya anak akan tantrum agar orang tua bisa memahami
anak.
Dryden (2007) melihat perilaku tantrum berdasarkan arah
agresivitasnya, yakni diarahkan keluar dan agresivitas yang diarahkan ke
dalam dirinya. Perilaku agresivitas yang diarahkan keluar, misalnya anak
menampilkan agresi dengan merusak objek disekitarnya seperti mainan,
perabot rumah tangga, benda-benda elektronik dan lain-lain. Selain pada
benda, agresivitas juga ditunjukan dalam bentuk kekerasan kepada orangtua,
saudara, kawan maupun orang lain dengan cara mengumpat, meludahi,
memukul, mencakar, menendang serta tindakan lainnya yang bermaksud
menyakiti orang lain. Perilaku agresif yang diarahkan kedalam diri, misalnya
menggaruk kulit sampai berdarah, membenturkan kepala ke tembok atau ke
lantai, membantingkan badan ke lantai, mencakar muka atau memaksa diri
untuk muntah atau batuk dan sebagainya.
Pendapat lain dari Salkind (2002), menyatakan bahwa bentuk
perilaku tantrum juga dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu tantrum
yang bersifat fisik seperti menghentakkan kaki, memukul, membenturkan
kepala, menendang, membanting pintu, melemparkan, merusak barang-
barang, dan tantrum yang bersifat verbal seperti menangis dengan keras,
merengek, berteriak dan menjerit, mengumpat, dan memaki.
Dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk perilaku temper tantrum
dibedakan menjadi dua bentuk yaitu tantrum yang bersifat fisik meliputi
menghentakkan kaki, memukul, membenturkan kepala, menendang,
membanting pintu, melemparkan, merusak barang-barang, dan dan tantrum
yang bersifat verbal seperti menangis dengan keras, merengek, berteriak dan
menjerit, mengumpat, dan memaki