Ciri-ciri Anak yang mengalami temper tantrum


Menurut Hasan (2011) tantrum terjadi pada anak yang aktif dengan
energi yang berlimpah yaitu sebagai berikut :
a. Memiliki kebiasaan tidur, makan, dan buang air besar tidak teratur
b. Sulit menyukai situasi, makanan, dan orang-orang baru
c. Lambat beradaptasi terhadap perubahan
d. Suasana hati lebih sering negative
e. Mudah terprovokasi, gampang merasa marah, dan kesal
f. Sulit dialihkan perhatiannya.
Menurut Salkind (2002), tantrum terjadi pada anak yang pemalu,
penakut, dan sering cemas terhadap orang asing. Keterlambatan dalam
perkembangan bahasa, gangguan pendengaran, gangguan system syaraf pusat
dapat menyebabkan temper tantrum. Lingkungan anak akan mempengaruhi
intensitas dan frekuensi tantrum. Pada anak usia 2-4 tahun, tantrum terjadi
karena anak usia tersebut biasanya sudah mulai mengerti banyak hal dari yang
didengar, dilihat maupun dialaminya, tetapi kemampuan bahasa atau
berbicaranya masih sangat terbatas (Hasan, 2011). Serupa dengan pendapat
di atas, dalam jurnal Andy C. Belden, Nicole Renick Thomson, dan Joan.
Luby (2008) yang berjudul Temper Tantrum in Healthy Versus Depressed
and Disruptive Preschoolers: Defining Tantrum Behaviors Associated with
Clinical Problems menjelaskan mengenai macam-macam perilaku tantrum
yakni: aggresive destructive (perbuatan yang merusak) yang terdiri dari
menendang orang lain, memukul orang lain, melempar benda, memecah
benda. Kemudian self-injurious (yang merugikan diri sendiri) yang terdiri
dari: memukul diri sendiri, membenturkan kepala, menahan nafas, menggigit
diri. Selanjutnya non-destructive aggression (perbuatan yang tidak merusak)
yang terdiri dari menendang yang tidak langsung, hentak kaki, memukul
tembok. Ditambah pula oral aggression (perbuatan dari mulut) yang terdiri
dari menggigit yang lain, meludahi orang lain.
Zaviere (2008) juga menjelaskan mengenai ciri-ciri tantrum berdasarkan
kelompok usia. Dalam hal ini dijelaskan mulai dari usia 3-5 tahun ke atas.
Berdasarkan kelompok usia tantrum dibedakan menjadi:
a. Di bawah 3 tahun, anak dengan usia di bawah 3 tahun ini bentuk
tantrumnya adalah menangis, menggigit, memukul, menendang,
menjerit, memekik-mekik, melengkungkan punggung, melempar badan
ke lantai, memukul-mukulkan tangan, menahan napas membentur-
benturkan kepala dan melempar-lempar barang.
b. Usia 3-4 tahun, anak dengan rentang usia antara 3 tahun sampai dengan
4 tahun bentuk tantrumnya meliputi perilaku pada anak usia di bawah 3
tahun ditambah dengan menghentak-hentakkan kaki, berteriak-teriak,
meninju, membanting pintu, mengkritik dan merengek.
c. Usia 5 tahun ke atas bentuk tantrum pada anak usia 5 tahun ke atas
semakin meluas yang meliputi perilaku pertama dan kedua ditambah
dengan memaki, menyumpah, memukul, mengkritik diri sendiri,
memecahkan barang dengan sengaja dan mengancam.
Berdasarkan paparan teori di atas maka dapat disimpulkan bahwa ciri-
ciri anak tantrum yakni perilaku menangis, menendang, memukul diri sendiri,
memukul orang lain, meninju orang lain, membenturkan kepala marah
berlebihan, menggigit diri sendiri, menggigit orang lain, melempar bola,
memecah benda, menghentak-hentakan kaki, memukul tembok, meludahi
orang lain, berteriak-teriak, mudah tersinggung malu