Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku temper tantrum


Indanah (2017) dalam jurnal nya mengenai Toddler Temper Tantrum
mengungkapkan bahwa terdapat banyak faktor yang mempengaruhi perilaku
temper tantrum pada anak pra sekolah diantaranya yaitu faktor fisiologis
seperti lelah, lapar, atau sakit, faktor psikologis antara lain anak mengalami
kegagalan serta orang tua yang terlalu menuntut, faktor pola asuh orang tua,
faktor lingkungan masyarakat, dan faktor lingkungan pra sekolah. Sebagai
contoh: anak yang aktif membutuhkan ruang dan waktu yang cukup untuk
selalu bergerak dan tidak bisa diam dalam waktu yang lama. Apabila suatu
saat anak tersebut harus menempuh perjalanan panjang dengan mobil, maka
anak tersebut akan merasa stress. Salah satu contoh pelepasan stresnya adalah
tantrum. Kondisi sakit, lelah serta lapar dapat menyebabkan anak menjadi
rewel. Anak yang tidak pandai mengungkapkan apa yang dirasakan maka
kecenderungan yang timbul adalah rewel, menangis serta bertindak agresif.
Anak yang merasa terancam, tidak nyaman dan stress ketika berada di
lingkungan baru apalagi bila tidak dapat memecahkan permasalahannya
sendiri ditambah lagi lingkungan sekitar yang tidak mendukung menjadi
pemicu anak menjadi temper tantrum (Hasan, 2011).
Maka dapat disimpulkan faktor penyebab anak mengalami temper
tantrum antara lain: (1) Faktor fisiologis, yaitu lelah, lapar atau sakit; (2)
Faktor psikologis, antara lain anak mengalami kegagalan, dan orangtua yang
terlalu menuntut anak sesuai harapan orangtua; (3) Faktor pola asuh; (4)
Faktor lingkungan masyarakat; (5) dan faktor lingkungan sekolah