Iklim sekolah merupakan salah satu indikator sekolah efektif yang
menekankan pada keadaan rasa menyenangkan dari suasana yang terjadi di
dalam sekolah, baik itu menyenangkan secara fisik maupun mencakup
keseluruhan aspek internal sekolah (Mutmainah, 2017). Bloom
mendefinisikan “iklim” dengan kondisi, pengaruh, dan rangsangan dari luar
yang meliputi pengaruh fisik, sosial, dan intelektual yang mempengaruhi
peserta didik (Hadiyanto, 2004). Tubs, dkk (2008) menjelaskan dalam
pendapatnya bahwa iklim sekolah sebagai sesuatu yang intangible tetapi
penting untuk sebuah organisasi dan dianalogikan dengan kepribadian
seorang individu.
Iklim sekolah adalah hati dan jiwa dari sekolah yang terdiri dari
siswa, guru, kepala sekolah dan staf yang mencintai sekolah dan mereka
selalu merindukan waktu-waktu di sekolah. Iklim sekolah adalah kualitas
sekolah yang membantu setiap individu merasa dirinya dihargai saat berada
di sekolah tersebut dan merasa adanya rasa kebersamaan (Jerome, 2005).
Iklim sekolah dapat didefinisikan sebagai kualitas sekolah dalam
menciptakan tempat belajar yang sehat, tempat aspirasi, dan cita-cita siswa
dan wali murid, merangsang antusias dan kreatifitas guru, mengangkat
derajat seluruh anggota sekolah. Iklim sekolah adalah keadaan kehidupan
yang berlangsung di sekolah dengan unsur-unsur yang berada di dalamnya
yaitu interaksi adalah kehidupan proses belajar mengajar dan lingkungan
(Sutisno, 2013).
Menurut Hoy dan Miskell (Hadiyanto, 2004) menyebutkan bahwa
iklim sekolah adalah produk akhir dari interaksi antar kelompok peserta didik
di sekolah, guru-guru dan para pegawai tata usaha (administrators) yang
bekerja untuk mencapai keseimbangan antara dimensi organisasi (sekolah)
dengan dimensi individu.
Berdasarkan pendapat dari para ahli dapat disimpulkan bahwa iklim
sekolah adalah segala sesuatu yang ada di lingkungan sekolah yang dirasakan
dan berpengaruh terhadap perilaku individu yang terlibat di dalam sekolah.
