Menurut Schneiders (dalam Iswatiningrum dan Muhari, 2013:3) ada
beberapa faktor yang mempengaruhi kedewasaan yaitu :
a. Kondisi fisik, meliputi :
1) Pengaruh pembawaan dan struktur jasmaniah, yaitu dalam beberapa
hal, kecenderungan salah satu dapat dipindahkan secara genetis.
2) Kesehatan dan penyakit jasmaniah, yaitu kualitas
kedewasaan/kematangan kepribadian yang baik hanya dapat diperoleh
dan dipelihara dalam kondisi kedehatan jasmaniah yang baik pula.
3) Sistem syaraf, kelenjar otot dan lain sebagainya.
b. Perkembangan dan kedewasaan/kematangan, khususnya intelektual, sosial,
moral dan kematangan emosi.
Perkembangan emosi dan kedewasaan/kematangan baik intelektual, sosial,
moral dan emosi mempunyai hubungan yang erat dengan proses
pencapaian pribadi yang matang dan sehat secara mental, dalam artian
bahwa pencapaian kedewasaan kepribadian atau pribadi matang itu akan
banyak tergantung dari tingkat perkembangan dan kematangan yang
dicapai.
c. Faktor-faktor psikologis, meliputi :
1) Pengalaman
Pengalaman mempengaruhi pencapaian pribadi yang matang, tetapi
tidak semua pengalaman mempunyai arti bagi pencapaian tersebut.
Ada pengalaman-pengalaman tertentu yang secara fundamental
mempunyai arti bagi kedewasaan/kematangan pribadi, pengalaman
tersebut dapat berupa pengalaman yang menyenangkan atau
pengalaman yang traumatik (mengejutkan).
2) Belajar, proses belajar merupakan suatu dasar yang fundamental
dalam proses pencapaian pribadi matang, karena melalui proses
belajar ini akan berkembang pola-pola respon yang akan membentuk
kepribadian yang matang.
3) Pendidikan
Pendidikan akan melengkapi proses dalam mencapai
kedewasaan/kematangan kepribadian.
4) Suasana Psikologis
Suasana psikologis seperti sikap, kepercayaan, prasangka,
karakterististik neurotic dan lain sebagainya, akan mempengaruhi dan
menentukan tingkat pencapaian kematangannya.
d. Kondisi Lingkungan
Kondisi lingkungan memberikan pengaruh terhadap kedewasaan/
kematangan individu khususnya dari lingkungan keluarga, tempat tinggal
dan sekolah.
e. Budaya
Kebudayaan sangat berperan dalam membentuk kepribadian seseorang,
karena kebudayaan itu dapat berbentuk norma dalam keluarga, lingkungan,
teman dan kelompok sosial. Hal tersebut dapat membantu manusia dalam
membentuk kepribadian dalam dirinya. Budaya membentuk norma, sikap,
dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan
menghasilkan konsistensiseiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang
secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit
pengaruh pada kultur yang lain
