Definisi Kedewasaan


Kedewasaan adalah saat seseorang tetap bisa bersikap tentang dan
bijaksana dalam menyelesaikan sebuah situasi atau masalah seberat apapun.
Banyak orang yang mengangap dirinya dewasa tetapi tidak memperhatikan
perasaan orang lain. Karena sifat kekanak – kanakannya tidak dapat dikalahkan,
mereka hanya dapat melihat suatu masalah dari suatu sudut pandang saja dan
orang lain rasakan. Kedewasaan seseorang dapat di ukur dari sudut pandang
pemikiran, cara berfikir dan cara menyikapi suatu masalah bukan dari umur
seseorang. Secara definisi kedewasaan memiliki banyak definisi yang berbeda-
beda, demikian juga dengan para ahli.
Menurut Nurhadi (2014) mendefinisikan bahwa ”Kedewasaan adalah
masalah universal, terkait bidang yang banyak bersentuhan dengan berbagai
masalah kehidupan. Berbicara masalah kedewasaan berarti berbicara mempelajari
kehidupan diri sendiri dan tentang diri orang lain.”
Menurut Allport (dalam Feist dan Feist, 2010:85) mendefinisikan bahwa
”Kedewasaan adalah organisasi dalam individu dari sistem psikofisik yang
menentukan penyesuaian uniknya terhadap lingkungannya.”
Menurut Iswantiningrum (2013) mendefinisikan bahwa
“Kedewasaan/kematangan merupakan proses terus menerus sebuah sistem
organisme dalam mencapai kedewasaan kelakukan yang memantapkan reaksi-
reaksi organisme terhadap alam sekitar, sehingga menjadi mampu
mempertahankan keutuhan organisme sesuai dengan keadaan kedewasaan yang
dihasilkan dari proses pemasakan.”
Menurut Nye dan Roberts (2019) Untuk sebagian besar pekerjaan,
kedewasaan (yaitu, ketelitian dan stabilitas emosional) merupakan karakteristik
yang dihargai dan pemberi kerja mengharapkan karyawan mereka berperilaku
dewasa saat berada di tempat kerja”. Individu diharapkan datang tepat waktu,
bekerja keras, dan sering kali bekerja dengan baik dalam kondisi stres. Selain itu,
karyawan diberi penghargaan karena telah melakukan perilaku ini dengan
promosi, kenaikan gaji, penghargaan, pujian dari supervisor mereka, dan jaminan
kerja. Sebaliknya, karyawan yang tidak menunjukkan perilaku ini akan cenderung
diberhentikan. Begitu juga dengan kepemimpinan perusahaan, komunikasi dan
berbaur baik dengan karyawan merupakan kunci utama seorang pemimpin untuk
dapat mengenal, memahami watak dan kemampuan yang dimiliki karyawannya
sehingga para karyawan dapat bekerja dengan nyaman serta kedewasaaan yang
dimiliki karyawan akan meningkat dan berpengaruh terhadap kinerja karyawan itu
sendiri. Dengan demikian, individu yang berinvestasi dalam pekerjaan mereka
dan ingin mempertahankannya akan lebih termotivasi untuk berperilaku sesuai
dengan harapan pemberi kerja mereka. Akibatnya, ciri-ciri kepribadian cenderung
berubah ke arah kedewasaan/kematangan yang lebih besar. Karyawannya secara
langsung bagaimana keadaan maka kedewasaan karyawan akan meningkat dan
para karyawan dapat bekerja dengan nyaman dan berpengaruh terhadap kinerja
karyawan itu sendiri.
Menurut Schumacher, Erol dan Wilfried (2016) mendefinisikan bahwa
”Kedewasaan mengacu pada keadaan menjadi lengkap, sempurna, atau siap dan
menyiratkan beberapa kemajuan dalam pengembangan suatu organisasi”. Dengan
demikian, sistem pematangan (misalnya biologis, organisasi atau teknologi)
meningkatkan kapabilitas mereka dari waktu ke waktu terkait pencapaian
beberapa keadaan masa depan yang diinginkan. Kematangan dapat ditangkap
secara kualitatif atau kuantitatif secara diskrit atau kontinu.
Monks dan Knoers (dalam Nurhadi, 2014) menyatakan ”Kedewasaan
memiliki nilai lebih dari pandangan psikologis, seseorang dikatakan telah dewasa
bila telah mampu memikul tanggung jawab bagi dirinya sendiri dan orang lain
yang dipercayakan kepadanya.
Sedangkan menurut Hurlock (dalam Yusuf, 2017) mendefinisikan bahwa
”Kedewasaan dilihat dari aspek biologis dengan istilah ‟kematangan‟ yaitu sejak
mulainya masa pubertas (yaitu dari umur 17 tahun), pada fase ini seseorang
menerima tanggung jawab sebagai orang dewasa”