Menurut As’ad indikator yang mempengaruhi kepuasan kerja (Supryanto &
Machfudz,2010) yaitu :
1) Kepuasan finansial
Merupakan faktor yang memiliki hubungan dengan jaminan serta kesejahteraan
karyawan yang meliputi sistem dan besarnya gaji/ upah, berbagai macam tunjangan,
jaminan sosial, promosi, fasilitas yang diberikan, dan lain sebagainya.
2) Kepuasan fisik
Merupakan indikator yang berkaitan dengan kondisi fisik karyawan. Hal ini
mencakup jenis pekerjaan yang digeluti, pengaturan waktu antara bekerja dan
istirahat, keadaan suhu
ruangan, sirkulasi udara, penerangan, perlengkapan kerja, kondisi kesehatan dan
umur karyawan.
3) Kepuasan sosial
Merupakan indikator yang berkaitan dengan interaksi sosial yang terjalin antara
sesama karyawan, dengan atasan maupun antar karyawan yang berbeda (jenis
pekerjaan atau tingkatan jabatan), dan dengan lingkungan sekitar perusahaan.
Hubungan antar karyawan menjadi aspek penting dalam memenuhi kebutuhan
spiritualnya. Karyawan akan terdorong dan termotivasi untuk bekerja secara optimal
apabila kebutuhan spiritual ini dapat terpenuhi.
4) Kepuasan psikologi
Merupakan indikator yang berkaitan dengan keadaan jiwa karyawan. Hal ini
mencakup ketentraman/ kedamaian dalam bekerja, sikap terhadap kerja, tingkat
stress kerja serta
keterampilan dan bakat.
Maka dapat ditarik kesimpulan dari setiap point diatas adalah ketidakpuasan
itu sendiri berarti sesuatu yang melibatkan perasaan tidak bahagia. Hal –hal yang
mempengaruhi itu biasanya akan adanya iklim organisasi yang tidak mendukung dan
dampak negatifnya adalah loyalitas terhadap perusahan atau organisasi akan
berkurang. Begitupun dengan sebaliknya kepuasan kerja itu melibatkan perasaan
bahagia dan senang,dan dampak positifnya adalah loyalitas kepada perusahan akan
bertambah
