Kepemimpinan adalah salah satu fungsi manajemen untuk memengaruhi,
mengarahkan, memotivasi, dan mengawasi orang lain agar dapat melakukan tugas-
tugas yang telah direncanakan, sehingga mencapai sasaran dan tujuan organisasinya.
Kemampuan kepemimpinan (leadership) seorang manajer akan sangat memengaruhi
kinerja organisasi, terutama dalam hal pencapaian tujuan bersama (Raharjo, 2020:
152).
Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial, karena harus diwujudkan dalam
intraksi antar individu di dalam situasi sosial suatu kelompok atau organisasi karena
fungsi kepemimpinan sangat mempengaruhi maju mundurnya suatu organisasi,
tanpa ada penjabaran yang jelas tentang fungsi pemimpin mustahil pembagian kerja
dalam organisasi dapat dapat berjalan dengan baik.
Sondang P. Siagian dalam bukunya Teori dan Praktek Kepemimpinan mengatakan
beberapa fungsi kepemimpinan sebagai berikut:
- Pimpinan sebagai penentu arah dalam usaha pencapaian tujuan
- Pemimpin sebagai wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan
pihak-pihak di luar organisasi - Pemimpin sebagai komunikator yang efektif
- Pemimpin sebagai mediator, khususnya dalam hubungan ke dalam, terutama
dalam menangani situasi konflik - Pemimpin sebagai integrator yang efektif, rasional, objektif dan netral
(Siagian, 1999)
Sedangkan menurut Hamdani Nawawi dalam bukunya Kepemimpinan yang Efektif
menyebutkan ada lima fungsi kepemimpinan. Kelima fungsi kepemimpinan itu
adalah:
a) Fungsi instruktif
Fungsi ini berlangsung dan bersifat komunikasi satu arah, pemimpin sebagai
pengambil keputusan berfungsi memerintahkan pelaksanaannya pada orang-orang
yang dipimpin. Pemimpin sebaga komunikator merupakan pihak yang menentukan
apa (isi perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu
memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat
mengerjakan perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Fungsi orang
yang dipimpin hanyalah melaksanakan perintah. Inisiatif tentang segala sesuatu yang
ada kaitannya dengan perintah itu, sepenuhnya merupakan fungsi pemimpin.
b) Fungsi konsultatif
Fungsi ini berlangsung dan bersifat komunikasi dua arah. Pada tahap pertama dalam
usaha menetapkan keputusan, fungsi pemimpin sebagai konsultan untuk
mendengarkan pendapat, saran serta pertanyaan dari bawahannya, mengenai
keputusan yang akan diambil oleh pemimpin.
c) Fungsi partisipasi
Dalam fungsi ini pemimpin menjalankan serta mengaktifkan orang-orang yang
dipimpinnya, baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam
melaksanakannya. Setiap anggota kelompoknya memperoleh kesempatan yang sama
untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari tugas-tugas
pokok, sesuai dengan posisi atau jabatan masing-masing. Pemimpin juga tidak hanya
ikut dalam proses pembuatan keputusan dalam fungsi ini pemimpin ikut serta dalam
proses pelaksanaannya.Fungsi partisipasi ini bukan berarti pemimpin memberikan
kebebasan semaunya, tetapi dilakukan secara terkendali dan terarah berupa kerja
sama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain.
d) Fungsi delegasi
Fungsi ini pemimpin sebagai pemegang wewenang tertinggi harus bersedia dan
dapat mempercayai oran-orang lain, sesuai dengan posisi atau jabatannya, apabila
diberi atau mendapat pelimpahan wewenang.
e) Fungsi pengendalian
Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses dan efektif
mampu mengatur aktivitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang
efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal.
Sehubungan dengan itu bahwa fungsi pengendalian dapat diwujudkan melalui
kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi dan pengawasan.
Dengan bimbingan dan pengarahan, koordiansi dan pengawasan, pemimpin
berusaha mencegah terjadinya kekeliruan atau kesalahan setiap unit atau
perseorangan dalam melaksanakan volume dan beban kerjanya atau perintah dari
pimpinannya. Pengendalian dilakukan dengan cara mencegah anggota berfikir dan
berbuat sesuatu yang cenderung merugikan kepentingan bersama.
Maka kesimpulan dari teori di atas adalah kepemimpinan memang penting
dalam sebuah organisasi .Tetapi apabila dalam penjabarannya kurang jelas maka
mustahil tujuan dari organisasi tersebut dapat dicapai
