Menurut Greenleaf 2002 (dalam Elsaied, 2021) konsep servant leadership
adalah kepemimpinan yang dimulai dengan keinginan untuk melayani. Seorang
pemimpin pada dasarnya merupakan seorang pelayan terlebih dahulu, yang
kemudian berkembang menjadi seorang pemimpin. Jadi fokus utama dari
pemimpin ini adalah pertumbuhan dan kesejahteraan orang yang dipimpinnya.
Seperti yang dikatakan “The servant-leader is servant first. Its begins with the
natural feeling that one wants to serve, to serve first.” Artinya, pemimpin yang
melayani adalah pelayan yang pertama. Hal ini berawal dari dorongan alami dalam
diri seseorang untuk melayani, di mana keinginan untuk melayani muncul terlebih
dahulu. Kepemimpinan dapat dimulai dari pendekatan dan dorongan alami untuk
bersedia melayani orang lain. Definisi ini menempatkan pada kesejahteraan dan
perkembangan individu yang dijadikan sebagai prioritas utama. Tugas utama
seorang pemimpin untuk dapat menciptakan bentuk kepemimpinan yang etis dan
efektif. Berpegang pada prinsip utama melayani, empati, kemauan untuk
mendengarkan, perhatian, dan dedikasi terhadap kemajuan orang lain khususnya
dalam konteks organisasi.
Teori kepemimpinan menerangkan bagaimana perilaku seorang manajer
dalam suatu organisasi dapat mempengaruhi, memotivasi dan mengendalikan
sumber daya atau faktor lain yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi.
Kepemimpinan dalam suatu organisasi mengacu pada kemampuan individu untuk
memengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan bersama. Seorang pemimpin
berperan dalam mengoordinasikan serta menyinergikan berbagai sumber daya yang
dimiliki organisasi, sekaligus mendorong pengembangan potensi dari setiap
individu di dalamnya. Dengan usaha yang dilakukan bersama-sama antara
karyawan dan manajemen dalam menerapkan tujuan dan cita-cita
