Holding Period


Menurut Jones (1996) dalam Ratnasari et al. (2012), holding period adalah
rata-rata panjangnya waktu investor menahan saham perusahaan selama
jangka waktu atau periode tertentu. Holding period adalah lamanya waktu
investor menahan atau memiliki saham yang dibelinya (Atkins dan Dyl
(1997) dalam Ratnasari et al. (2012). Keputusan untuk menaham saham
dipengaruhi oleh faktor Bid-Ask Spread, Market Value, Volume perdagangan,
Varian Return dan Diveiden Payout Ratio. Semakin lama investor menahan
sahamnya, maka akan semakin besar peluang untuk mendapatkan keuntungan
yang lebih banyak. Sebaliknya, semakin pendek holding period maka
semakin sedikit keuntungan yang diperoleh investor. Perhitungan holding
period merupakan perkiraan dasar dari jangka waktu kepemilikan saham
karena setiap investor tidak mungkin memiliki waktu yang sama dalam
memegang saham.
Investor selalu memilih resiko sampai tingkat tertentu untuk mendapatkan
gain yang maksimal. Pengurangan resiko dapat dilakukan dengan memilih
jenis saham yang berkinerja baik.