Bid-Ask Spread diartikan sebagai selisih antara harga beli tertinggi dari suatu
saham dengan harga jual terendahnya, Wisayang (2011). Bid-Ask-Spread
adalah fungsi dari transaction cost yaitu biaya untuk membeli atau menjual
suatu surat berharga yang terdiri dari komisi, ongkos, biaya pelakasana dan
biaya peluang (Fabozi, 1999 dalam Wisayang, 2011) biaya transaksi tersebut
merupakan komponen dari biaya investasi.
Atkins dan Dyl (1997) menyatakan bahwa Bid-Ask Spread merupakan suatu
cerminan ukuran biaya transaksi. Biaya transaksi adalah biaya yag timbul
akibat adanya transaksi saham. Transaction cost yang besar akan mengurangi
keuntungan investor, Brockman dan Chung (1999). Teori tentang Bid-Ask
Spread mengemukakan bahwa pelaku pasar mempersiapkan spread untuk
menutup tiga tipe biaya (Maulina, 2010) yaitu:
- Biaya Pemrosesan Pesanan (order processing cost)
Biaya pemrosesan pesanan meliputi biaya-biaya dalam mempertahankan
keberadaan dealer secara terus menerus di pasar dan biaya administrasi
dari perubahan dana. - Biaya Pengendalian Persediaan (inventory control cost).
Biaya pengendalian persediaan terdiri dari biaya opportunity dan resiko
harga jual-beli, pencatatan transaksi-transaksi, dan aktivitas-aktivitas
pembukuan lainnya. - Biaya yang timbul akibat menghindari kerugian (adverse selection cost).
Biaya untuk menghindari kerugian memberikan kompensasi kepada
dealer untuk resiko perdagangan dengan individu-individu yang memiliki
informasi lebih baik tentang harga keseimbangan sekuritas
