Menurut Munawir (2010:70) keunggulan analisis ROI antara lain:
a. Sifatnya yang menyeluruh. Apabila perusahaan telah menjalankan
praktik akuntansi dengan baik, maka teknik analisis ROI dapat
digunakan oleh manajemen untuk mengukur efisiensi dalam
penggunaan modal, produksi, dan penjualan. Jika perusahaan pada
suatu periode telah mencapai operating asset turnover sesuai dengan
standar atau target yang telah ditetapkan, Sedangkan ROI masih
dibawah standar yang telah ditetapkan, maka pihak manajemen tinggal
melakukan peningkatan efesiensi disektor produksi dan penjualan.
Karena operating asset turnover yang telah sesuai target tetapi dengan
ROI yang tidak sesuai dengan target, berarti efesiensi dalam
penggunaan modal telah dicapai, sementara efesiensi dalam produksi
dan penjualan belum tercapai.
b. Apabila manjemen memiliki data industry sehingga dapat menghitung
rasio industry, maka dengan analisis ROI dapat dibandingkan efesiensi
penggunaan modal pada perusahaannya dengan perusahaan lain yang
sejenis, sehingga dapat dietahui posisi perusahaan apakah berada di
bawah, sama atau diatas rata-rata industry. Dengan demikian akan
dapat diketahui kelemahannya dan apa yang sudah kuat pada
perusahaan tersebut dibandingkan dengan perusahaan lain yang
sejenis.
c. Analisis ROI dapat digunakan untuk mengukur efisiensi aktivitas
operasional yang dilakukan oleh setiap sub unit, yaitu dengan cara
mengalokasikan semua biaya dan modal yang digunakan oleh sub unit
tersebut.
Menurut Munawir (2010:68) kelemahan analisis ROI antara lain:
a. Perbedaan metode dalam penilaian aktiva antar perusahaan dalam
industri yang sejenis, akan memberikan bias dalam perhitungan rasio
industry. Berbagai metode penilaian inventory yang digunakan akan
berpengaruh terhadap jumlah nilai inventory. Dan selanjutnya akan
berpengaruh terhadap jumlah nilai aktiva. Demikian pula, adanya
berbagai metode depresiasi akan ikut berpengaruh terhadap jumlah
nilai aktiva.
b. Analisis ROI tidak memperhitungkan terjadinya fluktuasi harga (harga
beli). Sebuah mesin atau aktiva tertentu lainnya yang dibeli pada saat
kondisi inflasi tinggi, nilainya akan turun jika dibeli pada saat inflasi
rendah, sehingga akan mempengaruhi hasil perhitungan investment
turnover dan profit margin.
