Return saham (tingkat hasil pengembalian saham) merupakan pendapatan
yang berhak diperoleh investor karena menginvestasikan dana dalam bentuk
saham. Hasil pengembalian saham sangat diperhatikan karena hasil pengembalian
saham juga merupakan salah satu indikator untuk mengetahui keberhasilan suatu
perusahaan dalam menghasilkan laba atau keuntungan.
Peningkatan laba per lembar saham akan mempengaruhi hasil
pengembalian yaitu peningkatan laba per lembar saham tersebut menyebabkan
naiknya harga pasar saham. Peningkatan harga pasar saham menyebabkan adanya
peningkatan pada deviden. Dengan demikian pertumbuhan laba per lembar saham
akan mempengaruhi pengembalian yang akan diperoleh investor.
Return saham dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu return realisasi dan
return ekspektasi Jogiyanto (2014:235). Return realisasi merupakan return yang
telah terjadi. Return realisasi dihitung menggunakan data historis. Return realisasi
penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan.
Return realisasi ini juga berguna sebagai dasar penentuan return ekspektasi dan
risiko di masa datang. Return ekspektasi adalah return yang diharapkan akan
diperoleh investor di masa mendatang. Berbeda dengan return realisasi yang
sifatnya sudah terjadi, return ekspektasi sifatnya belum terjadi.
Menurut Jogiyanto (2014:234) return saham adalah tingkat pengembalian
saham atas investasi yang dilakukan oleh investor selama beberapa periode.
Dalam penelitian ini return saham yang digunakan adalah capital gain (loss).
Capital gain (loss) merupakan selisih laba/rugi dari harga investasi sekarang
relatif dengan harga perioda yang lalu. Jika harga investasi sekarang lebih tinggi
dari harga investasi perioda lalu ini berarti terjadi keuntungan modal (capital
gain), jika harga investasi sekarang lebih rendah dari harga investasi perioda lalu
maka terjadi kerugian modal (capital loss)
