Elemen Budaya Organisasi


Usaha untuk mempertahankan budaya sering kali dilakukan dengan
memahami unsur-unsur yang membentuknya, seperti keyakinan, nilainilai, dan
tradisi. Semakin individu dalam masyarakat memahami, menghormati, menerima,
dan menerapkan keyakinan, nilai-nilai, serta tradisi tersebut, serta semakin tinggi
kesadaran mereka terhadap hal tersebut, budaya masyarakat akan tetap hidup dan
dapat berkelanjutan. Menurut Greenberg dan Baron dalam Wibowo (2020),
budaya organisasi ditandai oleh tujuh aspek, yaitu:

  1. Inovasi: Sejauh mana individu diharapkan memiliki imajinasi dan konsepkonsep baru.
  2. Stabilitas: Menghargai lingkungan yang stabil, dapat diprediksi, dan diatur oleh
    aturan.
  3. Orientasi terhadap orang lain: Fokus pada kejujuran, dorongan, dan
    penghormatan terhadap hak-hak orang lain.
  4. Orientasi pada hasil: Mencurahkan seluruh kekuatan untuk mencapai hasil
    yang diinginkan.
  5. Ketenangan dan kelonggaran: kondisi yang mendorong suasana santai di
    tempat kerja.
  6. Perhatian terhadap detail: Dirancang untuk komprehensif dan analitis.
  7. Pendekatan yang mengutamakan kerja sama tim daripada upaya individu
    dikenal sebagai orientasi kolaboratif (atau orientasi menuju kerja sama).