Menurut (Vietzal, 2013), terdapat unsur gaya kepemimpinan sebagai berikut:
- Pengaruh. Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang
mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh itu
menjadikan sang pemimpin diikuti dan membuat orang ain tunduk pada apa yang
dikatakan sang pemimpin. - Kekuasaan/power. Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang lain karena ia
memiliki kekuasaan yang membuat orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa
kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin tentunya tidak ada orang yang
mau menjadi pendukungnya. Kekuasaan dan kekuatan yang dimiliki seorang pemimpin
ini menjadikan orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki seorang pemimpin,
tanpa itu ia tidak akan bisa berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang
bersifat simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak merasa saling diuntungkan. - Wewenang. Wewenang adalah hak yang diberikan kepada pemimpin untuk
menetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan. Wewenang
disini juga dapat dialihkan kepada karyawan oleh pimpinan apabila pemimpin percaya
bahwa karyawan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan
baik, sehingga karyawan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa perlu campur
tangan dari segi sang pemimpin.
Pengikut. Seorang pemimpin yang memiliki pengaruh, kekuasaan dan wewenang tidak
dapat dikatakan sebagai pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut yang berada di
belakangnya yang memberi dukungan mengikuti apa yang dikatakan pemimpin.
