Unsur-unsur Gaya Kepemimpinan


Menurut (Vietzal, 2013), terdapat unsur gaya kepemimpinan sebagai berikut:

  1. Pengaruh. Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang
    mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh itu
    menjadikan sang pemimpin diikuti dan membuat orang ain tunduk pada apa yang
    dikatakan sang pemimpin.
  2. Kekuasaan/power. Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang lain karena ia
    memiliki kekuasaan yang membuat orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa
    kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin tentunya tidak ada orang yang
    mau menjadi pendukungnya. Kekuasaan dan kekuatan yang dimiliki seorang pemimpin
    ini menjadikan orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki seorang pemimpin,
    tanpa itu ia tidak akan bisa berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang
    bersifat simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak merasa saling diuntungkan.
  3. Wewenang. Wewenang adalah hak yang diberikan kepada pemimpin untuk
    menetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan. Wewenang
    disini juga dapat dialihkan kepada karyawan oleh pimpinan apabila pemimpin percaya
    bahwa karyawan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan
    baik, sehingga karyawan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa perlu campur
    tangan dari segi sang pemimpin.
    Pengikut. Seorang pemimpin yang memiliki pengaruh, kekuasaan dan wewenang tidak
    dapat dikatakan sebagai pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut yang berada di
    belakangnya yang memberi dukungan mengikuti apa yang dikatakan pemimpin.