Hubungan struktur modal dengan kinerja keuangan


Struktur modal merupakan salah satu aspek didalam perusahaan
khusus dalam hal pendanaan. Pada prinsip pemenuhan kebutuhan modal
suatu perusahaan dapat disediakan melalui penerbitan hutang atau modal
sendiri dengan melalui penerbitan saham (Sudaryo & Pratiwi, 2016).
Kinerja keuangan adalah cerminan dari seberapa baik pengelolaan
perusahaan yang mengacu pada laporan keuangan yang telah
dipublikasikan pada suatu periode tertentu dan diukur dari aspek
kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas (Jumingan dalam Aziz &
Hartono, 2017).
Agency theory menjelaskan bahwa keberadaan struktur modal
dipercaya mampu menekan agency problem. Agency problem dapat
dikurangi dengan keberadaan hutang dan lebih mengutamakan
penggunaan pendanaan eksternal berupa hutang untuk mengurangi konflik
keagenan (agency cost) dengan jumlah yang cukup besar. Agen tidak akan
merugikan pemilik, dan residual loss, yaitu kemakmuran dalam nilai mata
uang yang turun sebagai akibat perbedaan kepentingan antara prinsipal
dengan agen (Lestari, 2015).
Struktur modal dapat dinilai merugikan jika perusahaan tidak
mampu mengelola modal karena mempunyai tingkat utang semakin
meningkat dan mempunyai kinerja keuangan yang menurun. Disebabkan
karena perusahaan lebih suka menggunakan dana eksternal dari pada dana
internal untuk melakukan suatu investasi.