Faktor-Faktor yang Menimbulkan Konflik Peran


Menurut Sedarmayati (2013:225) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
konflik peran sebagai berikut:

  1. Masalah Komunikasi
    Hal ini diakibatkan salahnya pengertian yang berkenaan dengan
    kalimat, Bahasa yang kurang atau sulit dimengerti atau informasi yang
    mendua dan tidak lengkap serta gaya individu yang tidak konsisten.
  2. Masalah Struktur Organisasi
    Hal ini disebabkan karena adanya pertarungan kekuasaan antar
    departemen dengan kepentingan-kepentingan atau sistem penilaian
    yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber daya yang
    terbatas atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok-kelompok
    kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka.
  3. Masalah Pribadi
    Hal ini disebabkan, karena tidak sesuai dengan tujuan atau nilai-nilai
    sosial pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan
    mereka, dan perbedaan dalam nilai-nilai persepsi.
    Sedangkan menurut Kreitner et al. (2010:376) faktor-faktor yang dapat
    menimbulkan konflik peran auditor internal, antara lain:
  4. Inadequate communication
    Konflik peran dapat terjadi apabila terdapat kurangnya komunikasi
    diantara personil dan ketidakcocokkan dalam bekerja sama dengan
    pihak lain, hal ini dapat disebabkan perbedaan visi dan misi yang akan
    dicapai.
  5. Independent task
    Faktor ini dapat memicu terjadinya konflik peran dikarenakan satu
    orang tidak dapat menyelesaikan tugasnya sampai orang lain telah
    menyelesaikan pekerjaan mereka sehingga dapat menimbulkan konflik
    di antara mereka.
  6. Interdepartemen/intergroup competition
    Kompetisi di antara individu atau antar departemen dapat memicu
    terjadinya konflik peran karena persaingan dalam menyelesaikan
    pekerjaannya menjadi sangat tinggi dan akan membuat tekanan
    pekerjaan auditor menjadi sangat berat.
    Adapun menurut Arfan Ikhsan Lubis (2010:56) faktor-faktor yang dapat
    menimbulkan konflik peran sebagai berikut:
  7. Birokrasi yang tidak sesuai dengan norma
  8. Koordinasi arus wewenang
  9. Kecukupan wewenang
  10. Kecukupan komunikasi
  11. Kemampuan adaptasi