Kepuasan kerja karyawan merupakan hal yang tidak boleh
diabaikan oleh suatu perusahaan karena kepuasan yang dirasakan oleh
karyawan merupakan media untuk meningkatkan semangat kerja.
Hiariey (2010) menjelaskan bahwa kepuasan kerja karyawan adalah
perasaan positif karyawan terhadap pekerjaannya, kepuasan kerja
karyawan merupakan salah satu elemen yang cukup penting pada
perusahaan karena kepuasan kerja dapat mempengaruhi perilaku kerja
karyawan seperti malas, rajin, produktif, apatis, dan lain-lain. Menurut
Widowati (2015) kepuasan kerja karyawan merupakan perasaan yang
dirasakan karyawan ketika bekerja, baik positif maupun negatif
terhadap berbagai aspek pekerjaan yang dihasilkan dari penelitian
maupun pengalaman kerja. Menurut As’ad (2004) faktor manusia
cukup berperan dalam mencapai hasil sesuai dengan tujuan
perusahaan. Memberikan motivasi agar dicapai kepuasan kerja bagi
para karyawan merupakan kewajiban bagi setiap pemimpin. Menurut
Wijono (2010) kepuasan kerja karyawan adalah suatu hasil perkiraan
karyawan terhadap pekerjaan atau pengalaman positif dan
menyenangkan dirinya. Kepuasan kerja karyawan dapat
diklarifikasikan sebagai pengaruh refleksi (reflective) dari pengalaman
karyawan dan persepsinya terhadap tempat kerja. Menurut Waluyo
(2009) kepuasan kerja karyawan merupakan suatu sikap yang positif
yang menyangkut penyesuaian diri yang sehat dari para karyawan
terhadap kondisi dan situasi kerja, termasuk didalamnya upah, kondisi
sosial, kondisi fisik, dan kondisi psikis. Hasibuan (2007)
mendefinisikan kepuasan kerja karyawan harus diciptakan sebaikbaiknya supaya moral kerja, dedikasi, kecintaan, dan kedisiplinan
kerja karyawan meningkat. Gibson (2005) menjelaskan bahwa
kepuasan kerja karyawan ialah suatu sikap positif ataupun negatif
yang dirasakan karyawan terhadap berbagai segi pekerjaan, tempat
kerja, hubungan dengan rekan kerja, hal ini dihasilkan dari intrinsik
dan ekstrinsik serta persepsi karyawan terhadap pekerjaannya.
