Terdapat beberapa manfaat kebijakan Work-Life Balance yang
dirancang untuk membantu karyawan menyeimbangkan tanggung jawab
pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka. Lazar dalam (Pangemanan et.
al., 2017) mengidentifikasi sejumlah keuntungan Work-Life Balance bagi
perusahaan, termasuk penurunan angka absensi dan keterlambatan,
peningkatan produktivitas dan reputasi perusahaan, penguatan komitmen
dan loyalitas karyawan, serta pengurangan tingkat turnover staf.
Selain menguntungkan perusahaan, Work-Life Balance juga
memberikan dampak positif bagi karyawan. Manfaat tersebut meliputi
peningkatan keamanan kerja, kepuasan kerja yang lebih tinggi, kontrol
yang lebih besar terhadap lingkungan kerja dan kehidupan pribadi, serta
penurunan tingkat stres kerja.
Penerapan Work-Life Balance di sebuah instansi dapat
menghasilkan berbagai keuntungan, antara lain peningkatan kedisiplinan
dan produktivitas pegawai, tumbuhnya loyalitas dan komitmen, serta
berkurangnya turnover pegawai. Sementara itu, bagi individu atau
pegawai, Work-Life Balance memberikan manfaat seperti kepuasan kerja,
keamanan kerja yang lebih terjamin, peningkatan kendali atas lingkungan
kerja dan kehidupan, penurunan tingkat stres, serta peningkatan
kesehatan fisik dan mental.
