Kepuasan kerja karyawan akan meningkat seiring dengan
implementasi Work-Life Balance. Moore dalam (Ganapati, 2024)
mendefinisikan Work-Life Balance sebagai kondisi di mana individu
merasa bertanggung jawab untuk menyeimbangkan pekerjaan, kehidupan
pribadi, dan komitmen lainnya. Esensi dari konsep ini adalah kecerdasan
moral dan motivasi yang mendorong keseimbangan dalam bekerja,
manajemen diri, motivasi diri, dan tanggung jawab. Namun, perusahaan
perlu memberikan perhatian khusus pada keseimbangan waktu antara
keluarga dan kegiatan sosial, yang seringkali mendapatkan skor rendah
dari responden.
Dalam upaya meningkatkan kepuasan kerja, perusahaan perlu
menyadari bahwa karyawan memiliki peran dan masalah di luar pekerjaan.
Singh dalam (Ganapati, 2024) menjelaskan bahwa Work-Life Balance
adalah konsep luas tentang penetapan prioritas yang tepat antara karir
dan ambisi di satu sisi, dengan kebahagiaan, waktu luang, keluarga, dan
pengembangan spiritual di sisi lain. Banyak individu yang bekerja
kehilangan keseimbangan hidup, terutama dengan meningkatnya karir
yang dapat menguras waktu untuk keluarga dan diri sendiri, menyebabkan
emosi tidak terkontrol dan penurunan kesehatan.
Penelitian Sukur dan Susanty (2022) menunjukkan bahwa Work-Life
Balance memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja
karyawan di unit Divisi Sosial Media dan Media Manajemen PT MNC
Investama Tbk. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien regresi positif dan
koefisien determinasi sebesar 61,7%, yang berarti Work-Life Balance
menyumbang 61,7% terhadap variasi kepuasan kerja karyawan. Sisanya,
38,3%, dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam studi ini.
Temuan ini sejalan dengan penelitian Ganapati (2024) yang juga
menemukan adanya pengaruh Work-Life Balance terhadap kepuasan
kerja. Adanya Work-Life Balance dalam perusahaan memungkinkan
karyawan untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan komitmen di luar
pekerjaan, seperti keluarga, hobi, seni, rekreasi, pendidikan, dan lain-lain,
sehingga tidak hanya berfokus pada pekerjaan semata. Hal ini mengarah
pada aktivitas yang lebih sehat dan memuaskan bagi karyawan.
