Dimensi Organizational Citizenship Behavior (OCB)


Untuk dapat memahami Organizational Citizenship
Behavior (OCB), ada lima dimensi OCB menurut Organ et al.
(2006) :
1) Altruism
a. Menggantikan rekan kerja yang tidak masuk atau
istirahat.
b. Membantu orang lain yang pekerjaannya over load.
c. Membantu rekan kerja jika mereka membutuhkan
bantuan.
2) Courtesy
a. Menghormati hak-hak privasi rekan kerja.
b. Keinginan untuk menghindari terjadinya konflik
dengan rekan kerja
3) Sportsmanship
a. Kesediaan karyawan untuk tidak mengeluh.
4) Conscientiousness
a. Tiba lebih awal, sehingga siap bekerja pada saat
jadwal kerja dimulai.
b. Tepat waktu setiap hari tidak peduli pada musim
atau pun lalu lintas, dan sebagainya.
c. Datang segera jika dibutuhkan.
5) Civic Virtue
a. Memberikan perhatian terhadap fungsi-fungsi yang
membantu image perusahan.
Sedangkan menurut Aldag dan Reschke (1997 : 4-5)
mengemukakan lima dimensi OCB sebagai berikut :
1) Faktor altruism, perilaku membantu orang lain.
a. Menggantikan rekan kerja yang tidak masuk atau
istirahat.
b. Membantu orang lain yang pekerjaannya over load.
c. Membantu proses orientasi karyawan baru
meskipun tidak diminta.
d. Membantu mengerjakan tugas orang lain pada saat
mereka tidak masuk.
e. Meluangkan waktu untuk membantu orang lain
berkaitan dengan permasalahan-permasalahan
pekerjaan.
f. Menjadi volunteer untuk mengerjakan sesuatu
tanpa diminta.
g. Membantu orang lain di luar departemen ketika
mereka memiliki permasalahan.
h. Membantu pelanggan dan para tamu jika mereka
membutuhkan bantuan.
2) Faktor conscientiousness, perilaku yang melebihi
prasyarat minimum seperti kehadiran, kepatuhan
terhadap aturan, dan sebagainya.
a. Tiba lebih awal, sehingga siap bekerja pada saat
jadwal kerja dimulai.
b. Tepat waktu setiap hari tidak peduli pada musim
atau pun lalu lintas, dan sebagainya.
c. Berbicara seperlunya dalam percakapan di telepon.
d. Tidak menghabiskan waktu untuk pembicaraan
diluar pekerjaan.
e. Datang segera jika dibutuhkan.
f. Tidak mengambil kelebihan waktu meskipun
memiliki ekstra 6 hari.
3) Faktor sportsmanship, kemauan untuk bertoleransi
tanpa mengeluh, menahan diri dari aktivitas – aktivitas
mengeluh dan mengumpat.
a. Tidak menemukan kesalahan dalam organisasi.
b. Tidak membesar-besarkan permasalahan di luar
proporsinya.
4) Faktor civic virtue dalam fungsi-fungsi organisasi.
a. Memberikan perhatian terhadap fungsi-fungsi yang
membantu image organisasi.
b. Memberikan perhatian terhadap pertemuanpertemuan yang dianggap penting.
c. Membantu mengatur kebersamaan secara
departemental.
5) Faktor courtesy, menyimpan informasi tentang
kejadian maupun perubahan dalam organisasi.
a. Mengikuti perubahan dan perkembangan dalam
organisasi.
b. Membaca dan mengikuti pengumuman organisasi.
c. Membuat pertimbangan dalam menilai apa yang
terbaik untuk organisasi.