Menurut Hery (2019:124) bahwa pendekatan evaluasi kinerja disebutkan sebagai
berikut :
1) Pendekatan sifat
Pendekatan sifat yaitu pendekatan yang menyangkut penilaian terhadap sifat
atau karakteristik individu. Sifat biasanya diukur dalam bentuk inisiatif,
kecepatan dalam menentukan keputusan, dan ketergantungan. Namun,
meskipun pendeketan sifat ini sangat luas digunakan oleh seorang manajer,
akan tetapi menurut para ahli mengatakan bahwa pendekatan sifat yaitu
pendekatan yang paling lemah dan kurang sempurna karena relatif bermakna
ganda terhadap kinerja yang sesungguhnya.
2) Pendekatan Perilaku
Dalam beberapa hal, akan sulit untuk mengidentifikasi hasil tertentu yang
dapat dihubungkan dengan tindakan karyawan, terutama jika penugasan
individu karyawan adalah bagian dari usaha kelompok. Kinerja kelompok
mungkin bisa dievaluasi, namun konstribusi setiap anggota sulit atau tidak
mungkin bisa diidentifikasi lebih jelas lagi. Dalam hal tersebut tidak lazim
untuk manajemen dapat mengevaluasi perilaku karyawan. Misalnya, perilaku
seorang manajer yang bisa digunakan untuk evaluasi kinerja yaitu contohnya
ketepatan waktu dalam menyampaikan laporan bulanan atau mungkin gaya
kepemimpinan yang dilakukannya.
3) Pendekatan hasil
Pendekatan hasil yaitu pendekatan yang fokus terhadap produk atau hasil
usaha seseorang. Dalam arti lain pendekatan hasil fokus pada apa yang sudah
diselesaikan oleh setiap individu. Dengan menggunakan kriteria hasil
misalnya, seorang manajer dapat di nilai berdasarkan jumlah yang sudah
diproduksi dan biaya produksi per unit.
4) Pendekatan kontingensi
Pendekatan sifat, perilaku, dan hasil sangat cocok untuk digunakan pada
situasi tertentu. Oleh karena itu, diusulkan pendekatan kontingensi yan selalu
disesuaikan dengan situasi tertentu yang sedang berkembang.
