Menurut Halim dan Andreani (2017), Kasmir menjelaskan bahwa penilaian dan
pengukuran kinerja karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa
indikator, yaitu:
- Kualitas (mutu)
Pengukuran kinerja seorang karyawan bisa dilihat dari kualitas pekerjaan yang
dihasilkan melalui suatu proses tertentu. Karyawan yang mempunyai kinerja
yang baik dapat menghasilkan produk dan hasil pekerjaan yang mempunyai
kualitas tinggi, demikian pula sebaliknya jika kualitas pekerjaan yang dihasilkan
rendah maka kinerjanya juga rendah. - Kuantitas (jumlah)
Pengukuran kinerja karyawan bisa dilihat dari kuantitas yang dihasilkan oleh
seseorang. Kuantitas merupakan produksi yang dihasilkan dan dapat
ditunjukkan dalam bentuk satuan mata uang, jumlah unit, atau jumlah siklus
kegiatan yang terselesaikan. Perusahaan mengharapkan karyawannya agar dapat
mencapai jumlah target atau melebihi dari target yang sudah ditetapkan. - Waktu (jangka waktu)
Beberapa jenis pekerjaan diberikan batas waktu dalam menyelesaikan
pekerjaannya, dalam arti ada batas waktu minimum dan maksimum yang harus
dipatuhi. Pada jenis pekerjaan tertentu jika semakin cepat suatu pekerjaan
terselesaikan, maka semakin baik kinerjanya demikian pula sebaliknya semakin
lambat penyelesaian suatu pekerjaan tersebut, maka kinerjanya pun juga akan
lambat dan kurang baik. - Penekanan biaya
Suatu perusahaan sudah menganggarkan setiap biaya yang akan dikeluarkan
untuk kebutuhan perusahaan sebelum aktivitas dijalankan. Dalam arti dengan
biaya yang sudah dianggarkan tersebut supaya dapat menjadi acuan agar tidak
melebihi dari biaya yang sudah dianggarkan. - Pengawasan
Setiap aktivitas di dalam suatu perusahaan memerlukan pengawasan agar tidak
menyimpang dari aturan atau prosedur yang telah ditetapkan. Pengawasan
sangat diperlukan dalam rangka untuk mengendalikan aktivitas karyawan di
dalam suatu perusahaan sehingga dapat menghasilkan kinerja yang baik yang di
inginkan oleh perusahaan. - Hubungan antar karyawan
Karyawan harus mampu untuk menumbuh kembangkan perasaan saling
menghargai, niat baik dan kerja sama antara karyawan yang satu dengan
karyawan yang lainnya supaya dapat menciptakan suasana yang nyaman dan
kerja sama yang baik, yang memungkinkan satu sama lain saling mendukung
untuk menghasilkan aktivitas pekerjaan yang lebih baik.
