Indikator Kinerja Karyawan


Menurut Halim dan Andreani (2017), Kasmir menjelaskan bahwa penilaian dan
pengukuran kinerja karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa
indikator, yaitu:

  1. Kualitas (mutu)
    Pengukuran kinerja seorang karyawan bisa dilihat dari kualitas pekerjaan yang
    dihasilkan melalui suatu proses tertentu. Karyawan yang mempunyai kinerja
    yang baik dapat menghasilkan produk dan hasil pekerjaan yang mempunyai
    kualitas tinggi, demikian pula sebaliknya jika kualitas pekerjaan yang dihasilkan
    rendah maka kinerjanya juga rendah.
  2. Kuantitas (jumlah)
    Pengukuran kinerja karyawan bisa dilihat dari kuantitas yang dihasilkan oleh
    seseorang. Kuantitas merupakan produksi yang dihasilkan dan dapat
    ditunjukkan dalam bentuk satuan mata uang, jumlah unit, atau jumlah siklus
    kegiatan yang terselesaikan. Perusahaan mengharapkan karyawannya agar dapat
    mencapai jumlah target atau melebihi dari target yang sudah ditetapkan.
  3. Waktu (jangka waktu)
    Beberapa jenis pekerjaan diberikan batas waktu dalam menyelesaikan
    pekerjaannya, dalam arti ada batas waktu minimum dan maksimum yang harus
    dipatuhi. Pada jenis pekerjaan tertentu jika semakin cepat suatu pekerjaan
    terselesaikan, maka semakin baik kinerjanya demikian pula sebaliknya semakin
    lambat penyelesaian suatu pekerjaan tersebut, maka kinerjanya pun juga akan
    lambat dan kurang baik.
  4. Penekanan biaya
    Suatu perusahaan sudah menganggarkan setiap biaya yang akan dikeluarkan
    untuk kebutuhan perusahaan sebelum aktivitas dijalankan. Dalam arti dengan
    biaya yang sudah dianggarkan tersebut supaya dapat menjadi acuan agar tidak
    melebihi dari biaya yang sudah dianggarkan.
  5. Pengawasan
    Setiap aktivitas di dalam suatu perusahaan memerlukan pengawasan agar tidak
    menyimpang dari aturan atau prosedur yang telah ditetapkan. Pengawasan
    sangat diperlukan dalam rangka untuk mengendalikan aktivitas karyawan di
    dalam suatu perusahaan sehingga dapat menghasilkan kinerja yang baik yang di
    inginkan oleh perusahaan.
  6. Hubungan antar karyawan
    Karyawan harus mampu untuk menumbuh kembangkan perasaan saling
    menghargai, niat baik dan kerja sama antara karyawan yang satu dengan
    karyawan yang lainnya supaya dapat menciptakan suasana yang nyaman dan
    kerja sama yang baik, yang memungkinkan satu sama lain saling mendukung
    untuk menghasilkan aktivitas pekerjaan yang lebih baik.