Indikator Kinerja


Indikator kinerja merupakan sesuatu yang dapat dihitung dan diukur.
Untuk menetapkan indikator kinerja, harus dapat diidentifikasikan suatu bentuk
pengukuran yang akan menilai hasil outcome yang diperoleh dari aktivitas yang
dilaksanakan. Indikator kinerja ini digunakan untuk meyakinkan bahwa kinerja
pegawai tersebut membuat kemajuan menuju tujuan dan sasaran dalam rencana
strategis. Instrumen pengukuran kinerja merupakan alat yang dipakai dalam
mengukur kinerja individu. Substansi mengenai indikator pengukuran kinerja ini
terdiri atas aspek-aspek yang berpengaruh terhadap kualitas pelaksanaan tugas dan
yang dapat diukur (Sedarmayanti, 2007: 377) meliputi:
a. Prestasi kerja (achievement), yaitu hasil kerja individu dalam menjalankan
tugas baik secara kualitas maupun kuantitas kerja.
b. Keahlian (skill), yaitu kemampuan teknis yang dimiliki oleh individu dalam
menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Keahlian ini bisa
dalam bentuk kerja sama, komunikasi, inisiatif, dan lain-lain.
c. Perilaku (attitude), yaitu sikap dan tingkah laku individu yang melekat pada
dirinya dan dibawa dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Pengertian
perilaku di sini juga mencangkup kejujuran, tanggungjawab, dan disiplin.
d. Kepemimpinan (Leadership), ini menyangkut tentang kemampuan
manajerial dan seni dalam memberi pengaruh kepada orang lain untuk
mengkoordinasikan pekerjaan secara tepat dan cepat termasuk pengambilan
keputusan dan penentuan prioritas.