Penilaian Kinerja


Teknik yang digunakan oleh seorang pimpinan untuk meningkatkan
kinerja adalah melalui penilaian (appraisal) motivasi pegawai untuk bekerja,
mengembangkan kemampuan pribadi, dan meningkatkan kemampuan di masa
mendatang yang dipengaruhi oleh umpan balik mengenai kinerja masa lalu dan
pengembangannya. Penilaian mengenai kinerja digunakan untuk membandingkan
berbagai pekerjaan dengan menggunakan prosedur-prosedur formal dan sistematis
untuk menentukan suatu urutan tingkat pekerjaan tersebut (Simamora dalam
Sinambela, 2012:47).
Penilaian kerja (performance appraisal) adalah proses di mana organisasi
mengevaluasi pelaksanaan kerja individu. Dalam penilaian kinerja dinilai
kontribusi pegawai kepada organisasi selama periode waktu tertentu. Umpan balik
dari kinerja (performance feedback) memungkinkan pegawai mengetahui
seberapa baik mereka dalam bekerja. Penilaian kinerja (performance apparaisal)
secara keseluruhan merupakan proses yang berbeda dari evaluasi kerja (job
evaluation). Penilaian kinerja berkenaan dengan seberapa baik seseorang
melakukan pekerjaan yang diberikan. Evaluasi kerja menentukan seberapa tinggi
harga sebuah pekerjaan bagi organisasi (Sinambela, 2012:47).
Penilaian kinerja adalah sebuah mekanisme untuk memastikan bahwa
orang-orang pada setiap tingkatan mengerjakan tugas-tugas menurut cara yang
diinginkan oleh atasan mereka. Penilaian kinerja menentukan kedudukan dalam
suatu pekerjaan. Penilaian kinerja juga merupakan suatu ukuran yang dapat
digunakan untuk menentukan hasil yang adil berdasarkan tingkat pekerjaan dan
tingkat prestasi (Rao dalam Sinambela, 1996:1)