Indikator Kinerja Pegawai


Untuk melaksanakan penilaian kinerja pegawai, suatu organisasi sebaiknya
menetapkan indikator-indikator kinerja sebagai standar pengukuran kinerja
tesebut. Mangkunegara (2012) dalam (Elizar, 2018)kinerja dapat diukur
berdasarkan ukuran indikator kinerja yang dikelompokkan ke dalam enam
kategori berikut:
a. Kualitas kerja, kemampuan menghasilkan sesuai dengan kualitas standar
yang ditetapkan perusahaan.
b. Kuantitas kerja, kemampuan menghasilkan sesuai dengan jumlah standar
yang ditetapkan perusahaan.
c. Keandalan kerja, pelaksanaan dalam mengikuti instruksi dan inisiatif, hatihati, kerajinan dalam melaksanakan pekerjaan dan
d. Sikap, pernyataan evaluatif terhadap objek, orang, atau peristiwa.
Indikatoryang mempengaruhi Kinerja Pegawai menurut (Ronal et al.,
2014)adalah sebagai berikut:
a. Ketepatan penyelesaian tugas merupakan pengelolaan waktu dalam
bekerja dan juga ketepatan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan.
b. Kesesuaian jam kerja merupakan ketersediaan karyawan dalam mematuhi
petaruran perusahaan yang berkaitan dengan ketepatan waktu kerja dan
jumlah kehadiran.
c. Tingkat kehadiran dapat dilihat dari jumlah ketidakhadiran karyawan
dalam suatu perusahaan selama periode tertentu.
d. Kerjasama antar karyawan merupakan kemampuan karyawan untuk
bekerjasama dengan orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas
ditentukan sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesarbesarnya.
Rencana strategis tidak dapat diimplementasikan secara baik tanpa adanya
indikator kinerja yang jelas, karena tidak ada tolok ukur yang jelas mengenai
apa yang akan dicapai pada setiap kegiatan. Bernardin & Russel (2003) dalam
(Wiji Rahayu, 2017) menyebutkan indikator-indikator kinerja antara lain:
a. Kualitas, tingkatan dimana proses atau hasil penyelesaian suatu kegiatan
mendekati sempurna.
b. Kuantitas, produksi yang dihasilkan dapat ditunjukkan dalam satuan mata
uang, jumlah unit atau jumlah siklus kegiatan yang diselesaikan.
c. Ketepatan waktu, dimana kegiatan tersebut dapat diselesaikan atau suatu
hasil produksi yang ingin dicapai pada permulaan waktu yang ditetapkan
bersamaan kordinasi dengan hasil produk yang lain dan memaksimalkan
waktu yang tersedia untuk kegiatan lainnya.
Indikator kinerja diperlukan sebagai acuan kinerja pegawai dan patokan
bagi karyawan terhadap kinerjanya. Indikator kinerja sebagai sarana untuk
memonitor sejauh mana upaya yang telah dilakukan mendekati pencapaian
kinerja yang telah direncanakan. Menurut(Ghazali, 2017)indikator kinerja
dalam melaksanakan pekerjaan dilingkungan sebuah organisasi atau
perusahaan mencakup lima unsur sebagai berikut:
a. Kuantitas hasil kerja yang dicapai.
b. Kualitas hasil kerja yang dicapai.
c. Jangka waktu mencapai hasil tersebut.
d. Kehadiran dan kegiatan selama hadir di tempat kerja.
e. Kemampuan bekerjasama.