Karakteristik Jasa


Karakteristik dari layanan atau jasa yang dijelaskan oleh Kotler dan Keller
(2009) meliputi empat hal berikut:

  1. Tidak berwujud (intangible)
    Pelayanan mempunyai sifat tidak berwujud, tidak dapat dilihat, tidak dapat
    dirasakan, dan dinikmati sebelum dibeli konsumen. Konsep intangibility
    memiliki dua pengertian yaitu:
    a. Sesuatu yang tidak dapat disentuh dan tidak dapat dirasa.
    b. Sesuatu yang tidak mudah didefinisikan, diformulasikan, atau dipahami
    secara rohaniah.
  2. Tidak dapat dipisahkan (inseparability)
    Pelayanan atau jasa dihasilkan pada waktu bersamaan dan apabila dikehendaki
    oleh seseorang untuk diserahkan kepada pihak lainnya, maka mereka merupakan
    bagian dari pelayanan itu. Ciri khusus dalam pemasaran jasa adalah adanya
    interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan.
  3. Tidak tahan lama (perishability)
    Pelayanan merupakan komoditas yang tidak dapat disimpan sebagai persediaan
    yang siap dijual atau dikonsumsi pada saat diperlukan karena hal tersebut maka
    pelayanan tidak tahan lama. Dengan demikian bila suatu pelayanan tidak
    digunakan, maka pelayanan tersebut akan berlalu begitu saja.
  4. Bervariasi (variability)
    Pelayanan selalu mengalami perubahan tergantung dari siapa penyedia
    pelayanan dan kondisi dimana pelayanan tersebut diberikan. Pelayanan bersifat
    sangat variabel karena merupakan nonstandardized output, artinya banyak
    variasi bentuk, kualitas dan jenis, tergantung pada siapa, kapan, dan dimana
    pelayanan tersebut dihasilkan.
    Sedangkan Griffin (1996) dalam Lupiyoadi (2013) menyebutkan
    karakteristik jasa, sebagai berikut:
  5. Intangibility (tidak berwujud)
    Jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau dicium sebelum jasa itu
    dibeli. Nilai penting dari hal ini adalah nilai tak berwujud yang dialami
    konsumen dalam bentuk kenikmatan, kepuasan atau rasa aman.
  6. Unstorability (tidak dapat disimpan)
    Jasa tidak mengenal persediaan atau penyimpanan dari produk yang telah
    dihasilkan. Karakteristik ini disebut juga inseparability (tidak dapat dipisahkan)
    mengingat pada umumnya jasa dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan.
  7. Customization (kustomisasi)
    Jasa sering kali didesain khusus untuk kebutuhan pelanggan, misal, pada jasa
    asuransi dan kesehatan.