Karakteristik Jasa


Menurut Berry dalam Nasution (2004:8-10), jasa memiliki 4
(empat) karakteristik utama, yaitu sebagai berikut:

  1. Tidak berwujud (Intangbility)
    Jasa bersifat tidak berwujud (intangibility), artinya tidak
    dapat melihat, mencium, meraba, mendengar dan
    merasakan hasilnya sebelum mereka membelinya. Nilai
    tidak berwujud dari jasa dapat berupa kenikmatan, rasa
    aman, serta kepuasan. Untuk mendapat semua itu biasanya
    konsumen akan mencari terlebih dahulu infomasi dari jasa
    yang akan digunakannya seperti lokasi, harga, serta bentuk
    pelayanan yang akan diberikan.
  2. Tidak Terpisah (Inseparability)
    Tidak Dapat Dipisahkan (Inseparability) artinya jasa tidak
    dapat dipisahkan dari sumbernya, yaitu perusahaan jasa
    yang menghasilkannya dengan konsumen yang
    menggunakan jasa tersebut. Interaksi antara penyedia jasa
    dengan kosumen terjadi ketika jasa diproduksi dan
    dikonsumsi pada saat bersamaan. Jika konsumen membeli
    suatu jasa maka ia akan berhadapan langsung dengan
    sumber atau penyedia jasa.
  3. Keanekaragaman (Variability)
    Jasa yang diberikan sering kali berubah-ubah tergantung
    siapa yang menyajikannya, kapan dan dimana penyaji jasa
    tersebut dilakukan. Konsumen sebelum mengambil
    keputusan untuk menggunakan suatu jasa biasaya akan
    meminta pendapat orang lain, oleh karena itu penyedia jasa
    akan terus berlomba-lomba menawarkan bervariasi jasa
    dengan kualitas yang baik guna menciptakan kepuasan dari
    konsumennya.
  4. Tidak Tahan Lama (Perishability)
    Jasa tidak dapat disimpan sehingga tidak dapat dijual pada
    masa yang akan datang. Dalam hal ini jasa berbeda dengan
    barang, karena biasanya barang dapat disimpan dan
    digunakan berulang-ulang kali maka tidak demikian dengan
    jasa, apabila jasa tidak langsung digunakan maka jasa
    tersebut akan berlalu begitu saja. Suatu jasa yang diberikan
    oleh penyedia jasa tergantung dari permintaan pasar yang
    berubah-ubah.