Pemasaran jasa merupakan disiplin ilmu yang masih relatif baru. Industri
jasa pada saat ini merupakan sektor ekonomi yang sangat besar dan tumbuh
sangat pesat. Pertumbuhan tersebut akibat dari tuntuan dan perkembangan
teknologi. Kondisi tersebut secara langsung menghadapkan para pelaku bisnis
kepada permasalahan persaingan usaha yang semakin tinggi, semakin tingginya
tingkat persaingan sehingga diperlukan manajemen pemasaran jasa yang berbeda
dibandingkan dengan pemasaran tradisional (barang).
Pemasaran jasa merupakan penghubung antara organisasi dengan
konsumennya. Peran penghubung ini akan berhasil bila semua upaya pemasaran
diorientasikan kepada pasar. Keterlibatan semua pihak, dari manajemen puncak
hingga karyawan non-manajerial, dalam merumuskan maupun mendukung
pelakasanaan pemasaran yang berorientasi kepada konsumen tersebut merupakan
hal yang tidak bisa ditawar-menawar lagi (Yazid, 2008:13).
Menurut Zeithaml dan Bitner dalam Daryanto (2011:236), pemasaran jasa
adalah mengenai janji-janji. Janji-janji yang dibuat kepada pelanggan dan harus
dijaga. Kerangka kerja strategik diketahui sebagai service triangle yang
memperkuat pentingnya orang dalam perusahaan dalam membuat janji mereka
dan sukses dalam membangun customer relationship.
