Menurut Subagyo (2008), secara umum pengembangan
usaha dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1) Pengembangan vertical
Pengembangan vertikal adalah perluasan usaha dengan
cara membangun inti bisnis baru yang masih memiliki
hubungan langsung dengan bisnis utamanya.
2) Pengembangan horizontal
Pengembangan horizontal adalah pembangunan usaha
baru yang bertujuan memperkuat bisnis utama untuk
mendapatkan keunggulan komparatif, yang secara line
produk tidak memiliki hubungan dengan core bisnisnya.
Sedangkan menurut Humaizar (2010), berdasarkan caranya
pengembangan usaha dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
a) Perluasan ke Hulu atau ke Hilir
Arah pengembangan usaha disesuaikan dengan posisi
usaha anda saat ini, jika usaha tersebut berada di hilir, maka
pengembangannya kearah hulu. Kelebihan: pengembangan
pada posisi ini lebih muda, karena telah mengetahui pasar,
sumber material, dan teknologi. Kekurangan: jika terjadi
permintaan produk pada bisnis ini melemah, maka tingkat
penjualan akan menurun.
b) Diversifikasi Usaha
Diversifikasi usaha adalah mengembangkan usaha ke
berbagai jenis usaha. Kelebihan: jika salah satu jenis usaha
mengalami penurunan permintaan pasar (rugi), maka usaha
yang lain masih dapat menutupi kerugiannya. Kekurangan:
pengembangan cara ini cukup sulit dilakukan karena harus
mempelajari dari awal baik pasar, sumber material, ataupun
teknologinya dan sebagainya.
c) Menjual bisnis (franchise)
Arti dari menjual bisnis disini adalah menjual hak
patennya. Ini dilakukan ketika usaha tersebut sudah memiliki
hak paten atas produk atau jasa dan konsep pemasarannya.
3) Aspek – Aspek Yang Diperhatikan Dalam
Mengembangkan Usaha
Terdapat beberapa aspek pengembangan usaha seperti
aspek strategi, manajemen pemasaran, dan penjualan, yakni:
a. Aspek strategi
a. Meneliti jenis usaha baru dengan penekanan pada
mengidentifikasi kesenjangan (yang ada dan/atau
diharapkan) oleh konsumen .
b. Menciptakan pasar baru.
c. Menciptakan produk baru dengan karakteristik yang
menarik konsumen.
b. Aspek manajemen pemasaran
a. Menembus dan menguasai pangsa pasar.
b. Mengolah situasi / peluang pasar yang ada dengan teliti.
c. Memasarkan produk dengan jaringan yang luas seperti
impor produk ke luar negeri.
d. Membuat strategi pemasaran yang dapat membuat
konsumen membeli produk kita , seperti memasang iklan,
brosur, dan lain-lain.
c. Aspek penjualan
a. Memberikan saran tentang perancangan dan menegakkan
kebijakan penjualan dan proses tindak lanjut penjualan .
b. Banyak volume produk yang akan dijual. Tingkat
keamanan dalam proses penjualan barang.
c. Menjual produk dengan harga yang terjangkau dan
memiliki kualitas yang baik.
